11 Feb 2019 08:15

Awas Bahaya Air Mineral!!! Temuan Baru Mikroplastic Picu Kanker

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Setiap hari, banyak orang membeli air mineral dalam botol karena dianggap praktis. Padahal, menurut sebuah investigasi, banyak botol air mineral tercemar mikroplastic.

 

Botol dan sampah plastik kini menjadi momok yang menakutkan bagi Provinsi Sulawesi Utara. Karena selain tidak bisa diurai secara alami, sampah plastik juga menjadi penyebab utama matinya makhluk hidup di sekitarnya.

Data yang dihimpun Manado Post dari enam kabupaten/kota di tanah Nyiur Melambai, produksi sampah plastik berdasarkan perhitungan Dinas Lingkungan Hidup enam daerah ini, per harinya menyentuh angka 46.215,1 kilogram.

Sementara itu, guna mencegah penyebaran sampah plastik, banyak daerah di Sulawesi Utara mulai melarang pegawai negeri sipil untuk membawa air mineral dalam kemasan plastik. Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana ME menekankan, agar pegawai negeri sipil di lingkup kerjanya, supaya mengurangi penggunaan sampah plastik.

Diakui bupati, upaya penanganan sampah adalah gerakan yang perlu diberi apresiasi. “Sampah plastik adalah sampah yang sulit terurai dan berdampak negatif bagi kesehatan manusia, marilah kita aktualisasikan gerakan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik,” ungkapnya.

Dia meminta, setiap abdi negara untuk menyiapkan dan membawa tempat air minum sendiri dari bahan non plastik ke kantor. Kemudian setiap ruangan kerja wajib menggunakan dispenser masing-masing. “Jadi semua PNS sudah harus membawa tempat minuman masing-masing, tidak boleh ada air mineral botol atau yang air mineral jenis gelas plastik di setiap ruangan,” tegas bupati.

Hal yang sama juga diberlakukan di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Pemerintah daerah mulai mengetatkan aturan di lingkup internal. Bupati Sitaro Evangelian SE mengatakan, saat ini diberlakukan larangan penggunaan air minum kemasan di setiap kegiatan. "Seperti hari ini, dalam perayaan tulude akbar, masyarakat dilarang menyediakan air minum kemasan, dalam stand masing-masing kampung," bebernya.

Selain itu, lanjutnya, seluruh agenda baik di lingkup sekretariat dewan maupun kabupaten, tidak menggunakan air minum kemasan. "Kita menyediakan air minum dengan menggunakan gelas. Hal ini akan terus diberlakukan," tambah aktivis kemanusiaan tersebut.

Sasingen menegaskan saat ini juga telah dimulai sosialisasi kepada seluruh ASN untuk tidak membeli air minum kemasan. "Jadi mereka diwajibkan membawa air minum sendiri, maupun menyediakan air mineral galon yang dikonsumsi saat bekerja," ucapnya.

123
Kirim Komentar