07 Feb 2019 10:48
Warga: Kami Tak Bisa Jual Hasil Pertanian

Hampir 13 Tahun Warga Desa Pertaruhkan Nyawa di Atas Bambu

MyPassion
MEMBAHAYAKAN: Hampir 13 tahun akses masuk lokasi transmigrasi dari desa Keimanga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara hanya mengunakan perahu bambu untuk menyebrang.

MANADOPOSTONLINE.COM-Sudah hampir 13 tahun jembatan akses masuk dari lokasi transmigrasi menuju  Desa Keimanga, Kecamatan Bolang Itang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara,  tidak pernah ditindak lanjuti oleh pihak terkait.

Hal itu diungkapkan Warga sekitar Arham Piola, pasalnya jembatan sepanjang  50-60 Meter dengan lebar 4 Meter tidak pernah ditindak lanjuti pemerintah.

Menurut warga, akses keluar komoditi pertanian menjadi terhambat. "Aktifitas petani terhambat karena tak bisa mengangkut hasil bumi untuk dijual, apalagi air sungai sedang tinggi pasti akan lebih kerepotan karena  masih mengunakan perahu bambu,"keluhnya Kepada Manado Post Online Kamis (7/2).

Lanjut warga, hasil bumi di sana sangat banyak. "Seperti Kopra, coklat, sawah, dan juga berbagai lahan pertanian lainnya. Dengan kodisi terpaksa warga harus menyebrangi dengan mengunakan perahu bambu itu,"sebut Piola

Sambungnya, kondisi sungai tersebut tidak bisa kita prediksi. "Jika hujan lebat, arus pun deras. Namun, jika sedang bersahabat, sungai itu bisa dilewati bahkan dengan berjalan kaki,"jelasnya

"Herannya lagi pembangunan listrik (PLN) di wilayah itu sudah mulai berjalan tapi infrastruktur atau akses jalan belum memadai. Padahal pembangunan infrastruktur sangat membantu menumbuhkan sentra ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah,"tuturnya

Selain itu kata Arham, infrastruktur bukan hanya urusan ekonomi tetapi juga urusan investasi persatuan bangsa. Di mana ketika ada pembangunan jembatan para warga lebih mudah untuk berinteraksi satu sama lain.(Opan)

Kirim Komentar