05 Feb 2019 16:30

Makna di Balik Yu Sheng: Meracik Harapan, Doa dan Puji Syukur

MyPassion
Yu sheng (Asianinspirations)

MANADOPOSTONLINE.COM - Tahun baru Imlek tak bisa dilewatkan tanpa menyantap yu sheng. Makanan khas Imlek ini sudah jadi tradisi turun temurun. 

Uniknya, meski memiliki nama China, yu sheng ternyata tak bisa dijumpai di China. Makanan ini justru berkembang dari pesisir China ke Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Kepopulerannya di Singapura ini disebabkan karena banyaknya orang Cina di Singapura yang merupakan keturunan migran Kanton.

Hal inilah yang membuat hidangan yu sheng akhirnya populer sampai ke negara-negara di Laut Cinta Selatan. Meski demikian,  di beberapa kota di Guangdong, seperti Chiuchow, Foshan, dan Jiangmen, yu sheng masih popular. Tetapi menggunakan bahan yang lebih sederhana dan dimakan sepanjang tahun tanpa adaya pelemparan.

Meskipun sekarang popular di seluruh Malaysia dan kota Singa, yu sheng yang dikenal saat ini, dengan tambahan saus plum, sayuran warna-warni meriah, ini dipopulerkan oleh orang Singapura.

Menurut Dewan Perpustakaan Nasional Singapura, penemuan Tahun Baru Imlek yu sheng dengan saus prem, warna-warna cerah dan lemparan kelompok, dipopulerkan ke empat koki Kanton yang dikenal sebagai "Empat Surgawi Raja "- Tham Yew Kai, Sin Leong, Lau Yoke Pui dan Hooi Kok Wai, pada 1960-an.

Yu sheng meriah ini diciptakan di bawah arahan Luo Chen, koki kelahiran Hong Kong yang mengepalai restoran Kanton legendaris di Cathay Hotel (yang sekarang ditutup di Singapura). Meskipun akhirnya mereka berempat berpisah dan membuka restoran kanton masing-masing, mereka tetap akan bersatu membuat hidangan yu sheng versi "meriah."

Ahli budaya peranakan Tionghoa Aji Chen Bromokusumo menjelaskan yu sheng berasal dari kata yu yang berarti ikan dan sheng berarti segar atau mentah. Secara harfiah yu sheng berarti ikan segar. Makanan ini dilambangkan sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil laut yang diperoleh.

Namun dalam aksara China, ikan punya aksara yang mirip dengan kelimpahan (abudance). Sehingga yu sheng juga dapat bermakna harapan untuk semakin sukses.

"Dalam budaya yang lebih kompleks yu itu secara homofonnya juga dapat diartikan kelebihan dan sheng kesuksesan, sehingga berarti harapan baru untuk semakin sukses di tahun yang baru," kata Aji di Lei Lo Restaurant seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.

Ikan di dalam yu sheng lalu dikombinasikan dengan tujuh macam sayuran berwarna-warni. Aji menyebut tak ada pakem khusus sayuran yang harus digunakan. Namun, yang pasti varian sayuran tersebut harus punya warna yang berbeda-beda satu sama lain.

Warna-warni sayuran tersebut dilambangkan sebagai kehidupan yang juga berwarna. "Filosofinya kehidupan ini berwarna berbagai rasa, juga terdiri dari beragam etnis dan agama. Di daratan China sendiri itu 56 lebih etnis," ucap Aji.

12
Kirim Komentar