04 Feb 2019 22:15

Cegah DBD, Poltekkes Kemenkes Lakukan Gerakan Serentak

MyPassion
Wakil Direktur 1 Henry Imbar SPd MKes (dua dari kiri) dan Wakil Direktur 3 Selfie PJ Ulaen SPd SSi MKes (pertama dari kiri) bersama tim gerakan serentak pencegahan dan penangulangan DBD. (Lina/Manado Post Online)

MANADOPOSTONLINE.COM - Demam Berdarah Dengue (DBD) terus mengintai Kota Manado. Hingga saat ini sudah banyak warga yang terkena penyakit serta sudah banyak pula warga yang meninggal.

Untuk itulah Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Manado bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengelar Gerakan Serentak Pencegahan dan Penangulangan DBD di Kecamatan Mapanget dan Malalayang.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur 1 Henry Imbar SPd MKes sejak Jumat (1/2) di Kecamatan Mapanget.

Didampingi Wakil Direktur 3 Selfie PJ Ulaen SPd SSi MKes bersama Sekretaris Camat dan Lurah Kecamatan Mapanget, juga turut hadir masyarakat dan perangkat desa. 

Sebelum turun lapangan, dilakukan pembekalan selama sehari bagi mereka yang akan turut serta.

Gerakan serentak ini membentuk dua koordinator lapangan lokasi yakni Kecamatan Mapanget Kelurahan Paniki 2 oleh Bongakaraeng SKM MKes. Sedangkan Kecamatan Malalayang Kelurahan Malalayang 2 oleh DR Martha Korompis SSiT MKes.

Selama tiga hari yakni tangal 6 sampai 8 Febuari dosen-dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Manado akan terbagi dalam beberapa kelompok untuk masuk ke tiap-tiap rumah warga di dua kelurahan ini.

Gerakan serentak sudah dimulai Senin (4/2).

Wakil Direktur 3 Selfie PJ Ulaen SPd SSi MKes mengatakan kegiatan ini kami laksanakan dengan turun langsung ke rumah-rumah warga untuk penyuluhan, edukasi kepada masyarakat dan pemberian abate.

"Kami juga akan melakukan juru pemantau jentik (Jumantik) dan membersihkan lingkungan rumah warga yakni tiga M plus. Menguras, menutup dan mengubur potensi sarang nyamuk. Plus-nya adalah menggunakan repelan, obat nyamuk dan kelambu saat tidur," jelas Ulaen.

Dirinya berharap masyarakat bisa menjaga kesehatan.

"Terlebih di kondisi seperti ini kita gampang kena sakit. Masyarakat harus makan dengan gizi yang berimbang dan istirahat yang cukup," kunci penanggung jawab kegiatan itu.

Senada, Dra Elisabeth N Barung MKes Apt menyebut, pencegahan dan penanggulangan DBD sebelumnya Poltekkes Kemenkes telah mengajarkannya ke anak-anak Sekolah Dasar (SD) yaitu juru pemetik nyamuk cilik (jumentik cilik).

"Kami ajarkan ke anak-anak untuk setidaknya setiap Minggu mereka menyisir ke rumah-rumah atau di lingkungan sekolah untuk melihat yang jentik-jentik sebagai sarang perkembangan DBD," ujarnya.

Direktur Poltekkes Kemenkes Manado berharap, masyarakat juga melakukan tiga M plus. Tidak membiarkan air tergenang, menyisir lingkungan rumah untuk melihat kemungkinan-kemungkinan ada air hujan yang tertampung diwadah-wadah yang tidak  disadari bisa menjadi sarang nyamuk.

"Dengan kegiatan ini masyarakat Sulut sudah lebih teredukasi lagi. Masyarakat lebih sensitif lagi melihat kondisi yang menyebabkan perkembangan nyamuk dan menjadi wabah DBD," kuncinya. (lin)

Kirim Komentar