18 Jan 2019 11:17

Kurang Volume dan Hanya Ditimbun Dengan Tanah, Jalan Perkebunan Totondokon Dinilai Asal Jadi

MyPassion
Jalan perkebunan Totondokon, Desa Buyat Selatan, Kecamatan Kotabunan hanya ditimbun dengan tanah.

MANADOPOSTONLINE.COM---Pembangunan jalan usaha tani di perkebunan Totondokon, Desa Buyat Selatan, Kecamatan Kotabunan Kabupaten Boltim, diduga ada penyimpangan. Sebab pembangunan jalan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 190 juta tahun lalu, dinilai asal jadi.

Warga Kotabunan Benny Budiman, mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar memeriksa jalan pertanian yang dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Imanuel 04. Menurutnya, jalan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi. “Karena volume jalan yang isinya 1.000 meter nyatanya hanya 850 meter yang dikerjakan. Volumenya masih kurang 150 meter yang belum dikerjakan," ujar Budiman.

Dia pun meminta, BPK agar memeriksa jalan tersebut. "Saya minta BPK periksa jalan tersebut karena tidak tuntas. Saya juga sudah melapor ke Inspektorat Boltim agar memeriksa jalan itu," sambungnya.

Menurut pria yang akrab disapa Benga ini, jika BPK akan turun memeriksa jalan tersebut otomatis Ketua Kelompok Imanuel 04 yakni Konstan Mananeke akan TGR kurang lebih seratus juta. “Jalan tersebut kalau BPK periksa sudah jelas TGR.  Karena saya tahu pasti. Hal ini akan saya usut terus," tegasnya.

Ketua Poktan Imanuel 04 Konstan Mananeke saat dikonfirmasi mengaku jalan yang dikerjakan belum tuntas. "Volume jalan 1.000 meter yang ditimbun 902 meter dan masih 98 meter yang belum tuntas," kata Mananeke.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan Sarana dan Prasaranan Julkifli Lahai mengatakan, pihaknya akan turun kelapangan untuk mengecek jalan tersebut. “Dengan temuan itu kami akan turun di lapangan dan menggenapkan pekerjaan itu," singkatnya.

Terpisah, salah satu petani perkebunan Totondokon Ruli Potabuga pun menilai, pekerjaan jalan tersebut asal jadi. Karena material tidak sesuai.  “Harusnya menggunakan sirtu namun kenyataan hanya menggunakan tanah. Bahkan, beberapa meter pekerjaan belum selesai. Kami bersyukur adanya pembuatan jalan pertanian. Tapi, hasil pekerjaan mengecewakan karena asal jadi," keluhnya.

Menurutnya, proyek pembuatan jalan harusnya mengutamakan kualitas sebab anggaran yang digelontorkan begitu banyak. "Kualitasnya tidak sesuai. Saat musim hujan jalan becek, karena material yang dipakai bukan sirtu melainkan timbunan tanah biasa," sorotnya.(tr-01/ite)

Kirim Komentar