18 Jan 2019 11:57

Kantongi e-KTP, 5 WNA di Tomohon Resmi Miliki Hak Pilih

MyPassion
Salah satu WNA yang melakukan perekaman e-KTP, di Kantor Disdukcapil Tomohon.(Dok Disdukcapil)

MANADOPOSTONLINE.COM---Telah berdomisili minimal 5 tahun atau 10 tahun tidak berturut-turut di Indonesia, berusia 18 tahun, bisa berbahasa Indonesia, mengakui Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara. Inilah poin utama, bagi Warga Negara Asing (WNA), bisa diakomodir menjadi Warna Negara Indonesia (WNI).

Seperti yang sudah dilengkapi 5 WNA dan telah melakukan perekaman e-KTP. "Karena hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 2006, ini yang jadi dasar kita mengakomodir WNA menjadi warga Indonesia," ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tomohon Albert Tulus.

Dikatakannya, secara keseluruhan, ada 22 WNA yang berdomisili di Tomohon. "Namun, yang baru melampirkan berkas dengan lengkap sebanyak 5 orang saja. Meski begitu, ada perbedaan antar KTP asli orang Indonesia dan warga naturalisasi. KTP elektronik untuk WNI berlaku seumur hidup, sementara untuk KTP WNA dibatasi waktunya berdasarkan izin tinggal tetap, yang diberikan pihak Imigrasi," jelas dia.

Terpisah, Ketua KPU Tomohon Harryanto Lasut melalui Komisioner Vierna Pijoh mengatakan, WNA yang telah mengubah status kewarganegaraannya menjadi WNI diperbolehkan untuk mengikuti Pemilu. 

"Sampai saat ini memang, dari draf Daftar Pemilih Khusus (DPK) belum ada data soal WNA yang kini mengubah status kewarganegaraannya menjadi WNI. Tapi, mereka bisa diakomodir dan sah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Bisa kita tambahkan ke draf DPK, asalkan sudah melaporkan dirinya ke PPS dimana mereka berdomisili," pungkas Pijoh.(jul/ria)

Kirim Komentar