17 Jan 2019 08:26
Polisi Bantah Penemuan Properti di Tempat Lain

Sahabat Merasa Tak Wajar Deasy Dimakan Buaya

MyPassion
Lokasi penemuan korban diduga meninggal karena dimakan buaya. (Rangga Mangowal/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Beberapa hari belakangan, santer beredar kabar ada fakta-fakta lain usai meninggalnya Deasy Tuwo, kepala laboratorium salah satu perusahaan di Minahasa. Diketahui, Deasy tewas mengenaskan dimakan buaya yang dipelihara owner perusahaan. Yang menjadi misteri, penyebab Deasy bisa dimakan buaya.

 

Bahkan, beberapa media online nasional terang-terangan menulis, bahwa sejumlah barang milik korban ditemukan terpisah saat evakuasi.

Belum lagi, teman korban yang tinggal di dekat perusahaan pengembang mutiara ini, menyebutkan, bahwa tak wajar jika Deasy tewas dimakan buaya, yang bertahun-tahun dipelihara seperti anak sendiri.

"Saya sendiri sering melihat cara korban memberi makan buaya itu. Sebelum diberi makan justru korban sering berinteraksi dengan buaya. Menepuk-nepuk punggung lantas mulut buaya terbuka. Di saat itulah korban melemparkan makanan," ujar Merry Supit, warga Ranowangko.

Terpisah, Kapolres Tomohon AKBP Raswin Bachtiar Sirait SIK, melalui Kapolsek Tombariri Iptu Jantje Untu membantah dugan Desy meninggal tidak wajar. Kata dia, tidak benar ada penemuan properti korban. Apalagi ada indikasi korban sengaja telah lebih dahulu dibunuh.

"Ini kan masih dilidik, belum bisalah kita berasumsi yang lain-lain. Siapa yang bilang sendal korban ditemukan beda tempat? Cerita karangan itu," timpalnya.

Lanjut dia, soal kebaruan kasus ini, memang belum bisa diinformasikan kepada publik. Dia beralasan akan berpengaruh pada jalannya penyidikan kasus tersebut.

"Intinya kita (polisi, Red) terus bekerja, mencari bukti-bukti dan fakta baru, saat ini berkas penyidikan sudah kita limpahkan ke Satreskrim Polres Tomohon. Kami berharap secepatnya bisa mendapatkan hal-hal yang mendukung guna menyimpulkan sebenar-benarnya kematian korban," papar dia.

Senada, Kasat Reskrim AKP Ikhwan Syukri SIK tak memberikan keterangan lebih lanjut soal update penyidikan kematian Deasy ini.

"Masih terus didalami penyidik kita di lapangan, belum ada komentar," singkatnya.

Ditanyakan soal pemeriksaan pemilik perusahaan Mr Ochiai yang berkewarganegaraan Jepang, Ikhwan hanya bungkam.  (jul/can)

Kirim Komentar