15 Jan 2019 09:16

Kasus Buaya Makan Orang Janggal, Polisi: Ada Fakta Baru di Lapangan

MyPassion
Evakuasi buaya pemakan warga Minsel berjalan tegang Senin (14/1) kemarin. (Julius Laatung/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Kematian Deasy Tuwo yang diduga diterkam buaya dinilai janggal. Banyak petunjuk baru yang didapat petugas di lapangan, usai penemuan korban di dalam kandang buaya, Jumat (11/1) lalu.

Petunjuk-petunjuk tersebut bisa menjadi celah bagi penyidik yang sedang melakukan pengembangan kasus. Informasi dirangkum Manado Post dari beberapa sumber terpercaya, menyebutkan jika alas kaki yang biasa digunakan korban, berada di lokasi yang jauh dengan kandang buaya.

Keanehan lainnya, korban saat ditemukan tiga saksi Jumat pagi sudah tidak menggunakan pakaian bagian atas, padahal saat itu kondisi tubuh korban sebagian masih utuh.

Sementara itu, Kapolsek Tombariri Iptu Jantje Untu menyatakan, hingga saat ini upaya pemanggilan terhadap Mr Ochiai, si pemilik buaya belum membuahkan hasil. Penyidikan pun kata dia, fokus ketiga pihak. Masing-masing, pemilik perusahaan, pemilik hewan dan pemilik lahan tempat PT Tiara Indo Pearl beraktivitas.

“Sesuai dengan kebutuhan instruksi pimpinan, kami memfokuskan penyidikan ke ketiga objek tersebut. Masih terus berproses, belum bisa kami simpulkan apakah ini benar-benar murni kecelakaan atau tidak. Karena, ada fakta-fakta baru di lapangan yang janggal,” beber dia.

Polres Tomohon belum berhenti menyimpulkan, bahwa korban diduga meninggal karenakan dimakan buaya. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tomohon AKBP Raswin Bachtiar Sirait, melalui Wakapolres Kompol Joyce Wowor. Kata Wowor, pihaknya masih melakukan pemeriksaan ke semua pihak, yang berhubungan dengan meninggalnya korban, Jumat (11/1) lalu.

“Masih dilidik (penyelidikan) oleh petugas di lapangan. Semua yang memiliki sangkut paut dengan korban. Baik pekerja, pemilik, keluarga hingga saksi yang pertama kali menemukan korban,” ungkap Wowor.

“Beberapa bukti-bukti guna menopang jalannya proses penyidikan, sudah dikantongi penyidik. Termasuk, dengan hasil otopsi korban. Namun khusus untuk hasil otopsi belum bisa kita beber. Masih menjadi konsumsi internal, guna pengembangan dan penyimpulan kasus yang jarang terjadi ini,” sambung Wowor. Lanjutan penyidikan dinanti semua pihak, utamanya keluarga korban.(jul/gnr)

Kirim Komentar