13 Jan 2019 08:21
Korban: Pelaku Gunakan Dialeg Jawa

OMG! Pencurian di GPI, Camat dan Keluarga Ditodong dan Disekap di Rumahnya

MyPassion
Petugas berada di rumah korban, Sabtu (12/1) untuk mengumpulkan informasi guna mencari tahu identitas pelaku. (Reinaldo Rumulus/MPO)

MANADOPOSTONLINE.COM - Pencurian dengan menggunakan sajam terjadi di Perumahan Griya Paniki Indah, yang menjadi Korban kali ini Camat Mapanget Heintje Heydenmas bersama keluarga di Jalan Markisa I, nomor 10, Kelurahan Paniki Bawah, Lingkungan 10, Kecamatan Mapanget, Sabtu (12/1) dini hari.

Informasi yang dirangkum Manado Post Online, Camat Mapanget berserta keluarga disekap, diikat dan diancam dengan menggunakan senjata tajam.

Desi Emor (49) istri dari Camat Mapanget Heintje Heydenmas (52) mengatakan pelaku berkisar enam orang masuk di dalam rumah.

"Empat orang pelaku beraksi di lantai satu sedangkan dua lainnya di lantai atas, dengan membawa senjata tajam berupa parang," ujarnya.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 02.00 Wita, sebab sekitar pukul 02.30 Wita pelaku sudah keluar dari rumah.

"Barang yang di ambil berupa satu set mutiara harganya berkisaran kurang lebih 10 juta, perhiyasan emas yakni 6 cincin, 3 gelang kecil, 1 kalung harga sekitar 30 juta, emas Putih satu set berkisar 15 juta, 6 Hanphone yakni tiga samsung A7, satu Nokia Androi, satu Opo F9, satu Nokia Kecil, satu Tap Samsung, satu unit motor merek beat warna hitam, beberapa pasang pakian laki - laki , sepatu 5 pasang dan koper kuning, serta uang sekitar 5 juta," ungkapnya.

Ketika kejadian yang berada di rumah ada enam orang.

"Tidak ada perlawanan yang dilakukan saat meraka masuk sebab mereka menggunakan sajam yang sesekali diayunkan ke arah kami," ucapnya.

"Pelaku menggunakan dialeg jawa dan mereka tidak berlaku kasar kepada kami sekeluarga hanya saja anak saya di todong dengan parang yang diletakan di lehernya," sambungnya.

Pihak keamanan perumahan datang ketika polisi sudah berada di TKP. "Tidak berlangsung lama pencuri keluar dari rumah dan pergi, polisi langsung datang lebih cepat dari pada keamanan perumahan," pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Saehani melalui melalui Kanit Intel IPDA Sofian Ramin membenarkan akan kejadian tersebut.

"Saya masih mau lakukan lidik dulu di TKP untuk saat ini, untuk mengumpulkan data lebih terperinci," singkatnya. (rei)

Kirim Komentar