11 Jan 2019 10:35

TGR 30 M Belum Dikembalikan, Inspektorat Mitra Usul di Bawah 2010 Dihapus

MyPassion
Robert Rogahang.

MANADOPOSTONLINE.COM—Kesadaran mengembalikan uang negara tergolong minim. Pasalnya hingga memasuki 2019, tercatat masih ada Rp 30 miliar temuan ganti rugi (TGR) yang belum dikembalikan. 

Kepala Inspektorat Kabupaten Mitra Robert Rogahang menyebut TGR tersebut merupakan audit BPK tahun anggaran 2008-2013. "Ini temuan sejak lalu dan hingga kini masih berada di angka Rp 30 miliar lebih," ungkapnya. 

Menurutnya, TGR tersebut berasal dari ASN, Anggota DPRD periode lalu, hingga pihak ketiga. Dengan total temuan awal mencapai Rp 50 miliar lebih. "Dari hasil pemeriksaan BPK lalu awalnya temuan mencapai Rp 50 miliar lebih. Lalu berkurang menjadi Rp 36 miliar. Kemudian menjadi sekira 30 miliar," tambah Rogahang. 

Untuk itu, Rogahang mengungkapkan, upaya terus dilakukan pihaknya. Guna mengejar para pejabat ataupun pihak ketiga yang masih engan ada etikad baik. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya bakal menggelar rapat. Dimana bakal diberitahukan langsung pejabat mana yang masih mempunyai TGR. "Rencananya pekan depan akan dikumpul seluruh SKPD. Dari situ akan kami paparkan secara rinci Dinas. Serta nama-nama para pejabat yang masih tersandung TGR," tambahnya. 

Meski begitu, Rogahang tetap mengakui tetap ada kendala utama mengejar para ASN, Anggota DPRD, ataupun pihak ketiga yang masih memiliki TGR. Misalnya oknum yang terkena TGR sudah meninggal atau sudah tidak tahu berdomisili di mana. Sehingga pihaknya sudah sering mengusulkan ke BPK agar TGR di periode di bawah 2010 agar dihapus. "Kendala ini yang sering kami sampaikan ke BPK. Namun hingga tetap BPK memberi instruksi untuk terus dicari para oknum yang TGR," jelasnya. 

Dia menyebut untuk jumlah TGR di tahun 2014-2018 nihil. Di mana setiap ada temuan langsung dikembalikan. "Untuk periode 2014-2018 sejauh ini nihil. Karena langsung dilakukan upaya pengembalian," tutupnya. 

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Mitra Robby Ngongoloy menegaskan apabila masih ada ASN yang aktif dan memiliki TGR di periode 2018-2013 wajib ditindaklanjuti. "Ini sudah saya sampaikan berkali-kali. Mau tidak mau, kalau itu TGR wajib dikembalikan," tegasnya. 

Untuk itu, dikatakannya akan ada pemberian kesempatan pegembalian untuk ASN yang masih aktif. "Tetap akan dilihat apakah ada etikad baik atau tidak. Kalaupun memang sudah tak ada etikad baik untuk pengembalian, tentu akan diserahkan ke APH," tandasnya.(cw-01/tan)

Kirim Komentar