11 Jan 2019 12:34
Diancam Sanksi, Disdukcapil Tidak Bisa Tolak

Rekam KTP-el Bisa di Desa/Kelurahan

MyPassion

MANADO—Untuk meningkatkan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Sulut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bisa melakukan perekaman di desa atau kelurahan. Hal itu bisa bisa dilakukan jika masyarakat sibuk atau tidak dapat menjangkau kantor Disdukcapil setempat.

 

"Jadi masyarakat dalam satu kelurahan atau desa, yang notabenenya adalah petani atau nelayan, yang setiap siang atau malam hari menghabiskan waktu bekerja di kebun atau di laut, bisa meminta perangkat desa dan kelurahan untuk melakukan perekaman di kelurahan setempat. Yang penting atas dasar kesepakatan masyarakat. Itu bisa diwujudkan. Dan pihak Disdukcapil, wajib untuk mewujudkan hal itu," ungkap Kepala Disdukcapil-KB Sulut Bahagia Mokoagow, Kamis (10/1).

Disdukcapil yang ada di 15 kabupaten/kota juga, lanjutnya, tidak boleh menolak permintaan tersebut. Karena akan ada sanksi jika tidak melakukan pelayanan atas dasar permintaan masyarakat. Ini juga, menurut Bahagia, adalah instruksi langsung dari pemerintah pusat untuk turun lapangan menjemput bola.

"Memang banyak sekali masukan yang kita terima dari para petani dan nelayan yang setiap hari harus bekerja. Karena itu, jika malam hari sudah tidak ada kegiatan, Perekaman KTP-el di kelurahan dan desa setempat bisa dilakukan. Sarana dan prasarana seperti mesin cetak dan rekam, bisa dibawa ke desa. Dan itu bisa difasilitasi perangkat desa dan kelurahan untuk meminta pelayanan dibuat di desa setempat," tuturnya.

Bahagia mengatakan, permintaan masyarakat tersebut sudah bisa dilakukan di tahun ini. Dan jika ada Disdukcapil yang menolak untuk membuat pelayanan, maka Disdukcapil-KB provinsi membuka layanan pengaduan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut.

"Tidak ada Disdukcapil yang bisa menolak permintaan tersebut. Kalau ada yang menolak, kita siapkan sanksi. Dan kita kirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Karena ini memang permintaan Kemendagri untuk dilakukan.  Apalagi di tahun ini, Pemilu sudah tidak bisa menggunakan Suket harus KTP-el. Jadi ini upaya pusat menggenjot perekaman dan pencetakan KTP-el," tutupnya. (tr-02can)

Kirim Komentar