11 Jan 2019 08:58

Pencairan Dana Kelurahan Belum Jelas

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Pencairan dana kelurahan (dahan) di Sulawesi Utara (Sulut) sampai sekarang belum jelas. Pasalnya, menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulut Roy Mewoh, belum ada petunjuk teknis (juknis) terkait pencairan dan penataan dahan.

 

"Untuk pencarian dahan ini, harus menunggu juknis dari pusat. Dan sampai sekarang, itu belum ada di kita. Jadi untuk mengetahui, berapa alokasi dahan ini maka harus ada juknis. Itu akan mengatur mekanisme pencairan seperti apa. Dan sekarang kita sedang menunggu," ujarnya, Kamis (10/1) kemarin.

Mewoh juga memprediksi, penggunaan dahan tidak akan sama dengan dana desa (dandes) yang menerapkan sistem padat karya. Karena menurutnya, dalam penggunaan dandes menerapkan sistem padat karya yang infrastruktur harus dikerjakan masyarakat setempat.

"Kalau kelurahan itu kan umumnya semua infrastruktur yang ada sudah baik. Juga ditata dalam APBD kabupaten/kota setempat. Jadi saya pikir, penerapan dandes dan dahan bakal berbeda. Namun untuk memastikan itu, harus ada juknis," sebutnya.

Dana yang akan diterima setiap kelurahan juga, menurutnya, tidak akan sama. Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga telah memiliki setiap profil kelurahan. Karena itu, pemberian anggaran dahan akan menyesuaikan profil desa tersebut.

"Jadi nantinya tidak akan sama setiap kelurahan dalam menerima anggaran dahan. Pemberian itu akan dilakukan kementerian berdasarkan profil kelurahan. Jadi kalau jumlah penduduknya banyak, dan jumlah penduduknya kecil tidak akan sama. Begitu juga dengan luas wilayah setiap kelurahan juga tingkat kemajuan dari kelurahan tersebut. Yang pasti tidak akan sama setiap kelurahannya," ungkapnya.

Dia mengatakan, jumlah anggaran dahan yang akan diterima Sulut juga belum diketahui pasti. Namun, sebut Mewoh, dari pertemuan Temu Karya Nasional Teknologi Tepat Guna tahun lalu, presiden menyampaikan dandes tahun ini ketambahan Rp 30 triliun.

12
Kirim Komentar