11 Jan 2019 09:08

KPU Perkenalkan Dua Moderator Debat Pilpres

MyPassion

Pramono menegaskan, para panelis juga tidak membahas pertanyaan terkait sikap paslon atas kasus tertentu. Sebab, yang ingin digali adalah strategi dan pandangan masing-masing paslon. Namun, masing-masing paslon dipersilakan bila ingin menggunakan contoh tertentu saat memberikan jawaban. ’’Tapi dari daftar pertanyaan kami, kami kira itu terlalu mikro,’’ tuturnya.

Disinggung mengenai kemungkinan saling menjatuhkan antarpaslon, menurut Pramono publiklah yang lebih berhak menilai. Tugas KPU adalah mefasilitasi sesuai dengan yang digasriskan oleh UU. Selebihnya, apa yang dilakukan dan disampaikan para paslon menjadi milik publik sepenuhnya.

Mengenai moderator, Pramono tidak banyak berkata-kata saat memperkenalkan. ’’Inilah moderator debat,’’ ucapnya dengan gestur kocak. Dia mempersilakan wartawan menanyai para moderator secara langsung.

Ira Koesno merupakan mantan jurnalis SCTV. Dia dikenal publik saat membawakan program berita Liputan 6. Setelah pensiun dari dunia jurnalistik, Ira kini berkarier sebagai konsultan media dan juga public relations. Perempuan 49 tahun itu punya pengalaman menjadi moderator debat paslon saat pilpres 2004 dan pilgub DKI Jakarta 2017.

Sementara, Imam Priyono merupakan jurnalis senior di TVRI. Pada 2016 lalu, Komisi Penyiaran Indoensai mengganjar pria 38 tahun itu dengan penghargaan sebagai penyiar berita terbaik. Mantan Abang Jakarta 2004 tersebut berpengalaman menjadi moderator di sejumlah pilkada. di antaranya, Pilgub Sumsesl, Sumut, Bali, Pilwali Bandung, dan Pontianak.

Imam membenarkan penjelasan Bivitri mengenai penguatan pertanyaan. Dia diberi kesempatan menguatkan kata per kata serta memilih diksi yang kira-kira mudah dipahami publik dari segala kalangan. ’’Jadi substansi yang bisa jadi begitu rumit, kompleks dan kadang begitu akademis, bisa diartikulasi dengan bahasa publik,’’ jelasnya. (jpg)

12
Kirim Komentar