11 Jan 2019 09:05

Beras Aman Sampai Panen Raya

MyPassion
Presiden Joko Widodo meninjau stok beras di gudang milik Bulog di Kelapa Gading, Jakarta. (Facebook Presiden Joko Widodo)

PEMERINTAH menjamin stok beras tercukupi dalam menghadapi masa tunggu panen raya yang baru akan berlangsung Maret mendatang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, stok beras di sejumlah gudang Bulog sangat melimpah. Secara nasional, jumlahnya mencapai 2,1 juta ton.          

Stok tersebut, lanjutnya, jauh lebih besar jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya pada waktu yang sama. “Biasanya di akhir Desember itu 700 ribu, 800 ribu, tetapi di akhir Desember 2018 ini stok kita sekarang 2,1 juta. Stok yang besar,” kata Jokowi saat mengunjungi gudang Bulog di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, kemarin (10/1).

Dengan stok sebesar itu, Jokowi menganggap sebagai hal yang positif. Sebab, akan memberikan keyakinan kepada pasar dan masyarakat bahwa stok beras tercukupi. Imbasnya, spekulan tidak bisa mempermainkan harga. “Kalau stok sedikit itu akan banyak spekulasi yang bermain-main dengan harga, ini kita tunjukkan stok memang ada dan banyak,” imbuhnya.

Oleh karenanya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta Bulog untuk melakukan operasi pasar bila mendeteksi adanya kenaikan beras di sebuah wilayah. Selain guna menstabilkan harga, operasi pasar juga diperlukan untuk memastikan sirkulasi barang di gudang bisa dilakukan. Sehingga barang lama bisa di keluarkan dan bisa menyerap beras baru pada masa panen raya maret mendatang.

Namun demikian, harus tetap berdasarkan perhitungan. Jika terlalu banyak intervensi di pasar, harga bisa anjlok dan diprotes petani. “Jadi keseimbangan harga produksi dan harga pasar harus dijaga oleh bulog, tidak bisa terlalu murah karena petani akan menjerit,” tuturnya.

Disinggung mengenai swasembada beras menyusul masih terjadinya impor, Jokowi menyebut hal itu sebagai dinamika produksi. “Itu kan masalah produksi ya, produksi kalau tidak cukup harus ditutup dengan kegiatan impor, kalau ndak harganya pasti akan naik,” terangnya.

Sementara itu, dengan stok yang memadai tahun ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita optimistis bahwa harga komoditas beras pada tahun ini bakal terkendali. Stok beras juga diprediksi masih akan bertambah dengan adanya panen dan dukungan distribusi yang lebih lancar. ”Bila suplai ada, distribusi oke, penimbunan tidak berjalan, maka stabilitas harga akan teratasi,” ujar Enggar.

Terkendalinya harga dan pasokan tahun ini, lanjut Mendag, juga didukung oleh konektivitas infrastruktur yang jauh lebih baik. Mulai dari jalur darat yakni melalui akses tol dan juga jalur laut melalui program tol laut. ”Sejumlah infrastruktur itu akan dapat menekan biaya logistik pengiriman komoditas ke depannya,” tambah Mendag.

12
Kirim Komentar