11 Jan 2019 11:56

BKP Manado Terapkan Layanan Digital

MyPassion
SILATURAHMI: BKP Kelas I Manado, dipimpin Kepala Balai Ir Junaidi MM, saat media visit ke GRHA Pena Manado Post, kemarin (10/1). Rombongan BKP diterima Pemimpin Redaksi Cesylia Saroinsong. (Reza Mangantar/MP)

MANADO—Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Manado mengembangkan terobosan layanan digital seiring dengan peningkatan arus lalu lintas produk pertanian dan memasuki era Revolusi Industri 4.0.

“Digitalisasi operasional karantina merupakan pilihan strategis dalam menjamin akurasi, percepatan layanan dan jaminan kesehatan serta keamanan produk pertanian kita. Termasuk mendorong/akselerasi ekspor produk pertanian di Sulawesi Utara,” kata Kepala BKP Kelas I Manado Ir Junaidi MM, saat kunjungan ke GRHA Pena Manado Post, kemarin (10/1).

Junaidi menjelaskan, layanan perkarantinaan otomatis diimplementasikan melalui Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST) yang merupakan rumah besar sistem informasi karantina yang telah dibangun dan digunakan di seluruh unit pelaksana teknis karantina pertanian di seluruh Indonesia.

“Sistem yang memungkinkan monitoring arus lalu lintas komoditas pertanian diseluruh pintu pemasukan dan pengeluaran secara real time ini menjadi titik tolak pengembangan big data perkarantinaan ke depan,” beber Junaidi.

Tidak hanya ditatanan operasional layanan, BKP Manado juga telah dan sedang mengembangkan sistim elektronik di bidang perkantoran antara lain E-Simonev, E-persuratan, E-personal, E-Kinerja dan E-Plan dan bidang Operasional yakni E-Sijaka, E-Prior Notice, E-TPK, E-Simponi Barantan, E-DC PNBP dan E-Kalkulasi PNBP.  Aplikasi untuk layanan publik yang juga telah berjalan, antara lain PPK Online, E-Layanan Prioritas, E-APIKH dan E-SAB.

“Dalam memfasilitasi perdagangan ekspor impor komoditas pertanian terlebih di wilayah Sulawesi Utara, BKP telah memungkinkan dilakukannya suatu penyampaian data dan informasi secara tunggal, pemrosesan data dan informasi secara tunggal dan sinkron, dan pembuatan keputusan secara tunggal melalui portal Indonesia National Single Window.

Sementara pertukaran data antar negara ASEAN dalam kerangka ASEAN Single Window, dengan negara-negara mitra dagang Indonesia karantina pertanian telah memproses data secara E-Cert di tiga negara mitra dagang yakni Australia, New Zealand dan Belanda,” tukasnya.(*/tan)

Kirim Komentar