11 Jan 2019 10:41

2018, 50 Warga Minsel Meninggal Lakalantas

MyPassion
Kurangnya kesadaran warga menggunakan helm masih tinggi. Hal itu menyebabkan tingkat kecelakaan meningkat. Terpantau di persimpangan jalan masih banyak warga yang tidak menggunakan helm.(Rangga/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Tingkat kesadaran berlalu lintas di Minsel masih cukup minim. Terpantau di sebagian besar jalan raya Amurang, masih banyak warga yang mengendarai kendaraan roda dua dngan tidak menggunakan helm. Hal itu menyebabkan potensi kecelakaan meningkat.

Hal itu juga terlihat dari jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) sepanjang 2018 yang masih tinggi. Berdasarkan data Satlantas Polres Minsel, sepanjang 2018 sekira 152 kasus lakalantas terjadi di Minsel. Sementara kebanyakan lakalantas melibatkan kendaraan roda dua.

"Tahun 2018 itu ada 152 kasus kecelakaan di Minsel. Kebanyakan korban lakalantas merupakan pengendara kendaraan roda dua daripada roda empat dengan perbandingan 70 banding 30," beber Kasat Lantas Polres Minsel AKP Roy Saruan saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, dari jumlah kecelakaan tersebut, sebanyak 50 orang meninggal dunia. "Lakalantas kebanyakan terjadi di bulan November dan Desember yaitu sejumlah 19 kasus. Sedangkan untuk korban meninggal dunia sebanyak 50 orang, yang paling banyak terjadi di bulan Desember yaitu delapan orang," bebernya.

Faktor utama kecelakaan lalulintas hingga menyebabkan luka berat atau meninggal dunia adalah kelalaian penggunaan helm dan sabuk pengaman. "Kesadaran masyarakat terkait penggunaan helm, sabuk pengaman dan juga memainkan handphone saat berkendara adalah faktor utama. Padahal penggunaan helm adalah untuk menurunkan fatalitas kecelakaan," jelas Saruan.(rgm/tan)

Kirim Komentar