10 Jan 2019 08:52

Sembilan Hari, Tujuh Nyawa Melayang Gara-gara DBD

MyPassion

Lanjuntnya, kebanyakan pengidap DBD dari wilayah Amuranng Raya. Untuk awal 2019 ini sudah ada 22 kasus DBD. “Untuk korban meninggal dunia satu orang," beber Direktur RSUD Amurang itu.

Di Minahasa sudah ada 19 warga terkena DBD di awal tahun ini. Kepala Dinkes Minahasa Yuliana Kaunang mengatakan, data ini yang dihimpun dari laporan puskesmas dan rumah sakit se-Minahasa.

"Kami juga intens mendata di setiap desa dan kelurahan jika ada kasus DBD. Baru-baru ini laporan datang dari warga di wilayah Langowan dan Kawangkoan. Untuk tahun ini belum ada yang dinyatakan meninggal akibat DBD," katanya.

Dia juga menjelaskan, penyakit DBD kebanyakan disebabkan karena lingkungan kotor dan banyak genangan air. Sehingga menyebabkan nyamuk Aedes Aegypti bisa berkembang biak.

"Kami terus mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Walaupun fogging kami terus lakukan, tetapi selebihnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan yang paling dibutuhkan," jelasnya.

Di Minahasa Tenggara (Mitra), empat warga dinyatakan menderita DBD. Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Mitra James Gosal mengatakan, keempat warga tersebut sudah dirujuk. “Masing-masing dirawat di RS Bala Keselamatan Amurang, RS Gunung Maria. Serta dua ditangani di RS Kandou. Semuanya sudah dalam penanganan medis di RS. Karena untuk puskesmas hanya penanganan awal, jika memang positif baru kami buat rujukan," katanya.

Di tempat lain, menurut data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu, ada empat pasien DBD dari Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Sedangkan pasien dari wilayah Kotamobagu berjumlah 12 orang. Hal ini disampaikan Direktur RSUD Kotamobagu Wahdania Mantang.

"Pasien yang dirawat bukan hanya berasal dari Kotamobagu melainkan dari wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Pasien umumnya anak-anak," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu Devie CH Lala membenarkan ada 12 penderita DBD di wilayahnya.

"Diketahui sesuai laporan ada 12 orang baru gejala. Namun mereka sedang dalam proses perawatan," ujarnya.

Sedangkan Kadis Kesehatan Boltim Eko Marsidi mengatakan, untuk daerahnya ada 10 korban DBD. "Ini data dari beberapa puskesmas yang sudah dikumpulkan. Sekarang jumlahnya 10 orang. Tapi yang suspec ada 23 orang, positif sejauh ini 10 orang," jelasnya.

123
Kirim Komentar