10 Jan 2019 08:52

Sembilan Hari, Tujuh Nyawa Melayang Gara-gara DBD

MyPassion

MANADO—Teror penyakit demam berdarah dengue (DBD) di awal tahun ini tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya, baru selang sembilan hari —sejak 1 Januari hingga 9 Januari kemarin— sudah tujuh nyawa melayang (lihat grafis).

 

Manado, daerah terbanyak kasus penderita DBD meninggal di awal tahun ini, yaitu tiga korban. Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Manado Marini Kapojo mengatakan, hingga kemarin jumlah penderita DBD mencapai 60 orang.

“Yang meninggal ada tiga orang. Kami sudah melakukan fogging di lokasi kasus DBD. Kami juga mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk, Red) dengan melakukan gerakan 3M untuk mencegah DBD,” katanya.

Di Sangihe, dua penderita DBD meninggal dunia.

“Untuk tiga pasien yang masuk Januari, dua di antaranya telah meninggal dunia. Satunya lagi dirujuk ke Manado,” ungkap Direktur RSUD Liunkendage Tahuna Blessing Rompis.

Di Bitung untuk awal tahun ini ada tujuh penderita DBD. Satu di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinkes Bitung Franky Soriton mengatakan, di musim penghujan seperti ini memang sangat mempermudah perkembangan nyamuk Aedes Aegypti, pembawa DBD.

“Apalagi di musim hujan banyak wadah yang tanpa sengaja menampung air. Alhasil, tempat perkembangbiakan nyamuk semakin banyak,” katanya.

Lanjutnya, cukup tingginya kasus DBD menjadi pringatan bagi masyarakat agar lebih waspada. “Kami mempringati agar mesyarakat harus memperhatikan kebersihan lingkungan serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk," ujarnya.

Soriton menambahkan, masyarakat harus lebih waspada jika ada anggota keluarga yang demam dengan alasan apapun. Mereka harus segera dibawa ke tempat fasilitas kesehatan. "Penekanannya adalah kebersian lingkungan dengan menerapkan 3M yaitu menutup tempat penampungan air, menguras bak air, serta menimbun barang-barang bekas," jelasnya.

Di Minahasa Selatan (Minsel), satu warga juga dinyatakan meninggal dunia karena DBD. "Untuk Minsel, laporan dari beberapa rumah sakit di Minsel pasien DBD mengalami peningkatan. Ini sudah luar biasa karena perbandingan tahun 2017 kasus hampir 80 sedangkan untuk 2018 sudah 120 sampai awal Januari. Sudah dua kali lipat," ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Minsel Erwin Schouten.

123
Kirim Komentar