10 Jan 2019 23:48

Prof Dolfie Mokoagouw Komitmen Kembalikan Kejayaan Kopra di Nyiur Melambai

MyPassion
Prof Dolfie Mokoagouw (Dok.Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM - Sebutan Sulawesi Utara sebagai daerah Nyiur Melambai ternyata tidak sejalan dengan fenomena harga kopra yang ada saat ini. Keadaan di tengah masyarakat dengan harga kopra yang merangkak naik membuat para petani menjerit.

Melihat notabene masyarakat Minahasa berprofesi sebagai petani, fenomena ini menggelitik perhatian Prof Dolfie Recky Mokoagouw MS.

"Namanya daerah Nyiur Melambai, malah tidak 'melambai' jadinya karena harga kopra yang memprihatinkan," sentil mantan Dekan Fakultas Peternakan Unsrat ini.

Selaku putera daerah, sudah menjadi kewajiban bagi Prof Dolfie untuk memperhatikan akan hal tersebut. "Menilisik lebih jauh di lapangan ditemukan banyak petani kelapa di Minahasa semakin sulit masalah kesejahteraannya karena harga yang merosot," jelas Caleg DPRD Sulut ini.

Jagoan Gerindra di Dapil Minahasa-Tomohon ini berkeinginan untuk mengembalikan harga yang sesuai dengan produksi petani. Namun demikian, ini bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak.

"Pemerintah juga harus menjadi poros yang mengambil peran penting dalam masalah ini, jangan hanya menyediakan penderitaan bagi para petani," lanjut akademisi dan birokrat berpengalaman yang handal ini.

Sebagai calon legislatif ia paham betul mengenai langkah-langkah yang bisa diambil ketika duduk sebagai wakil rakyat.

“Bagaimana proses yang akan diambil nanti seperti pembuatan peraturan daerah (perda) terkait kopra. Jangan setelah duduk sebagai legislatif tidak tahu proses penyusunan perda,” terang Prof Dolfie.

Komitmen untuk memsejahterakan petani kopra bukan semata untuk salah satu sektor.

“Karena dalam ilmu kesehatan juga air kelapa yang dihasilkan baik untuk kesehatan untuk memecahkan sel-sel kanker,” harapnya. (mpo)

Kirim Komentar