10 Jan 2019 08:16

Gantikan Rampangilei, Jendral Doni Fokus Mitigasi Bencana

MyPassion
SIAP KERJA: Presiden Joko Widodo melantik Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru. (Jawa Pos)

 Doni Fokus Rekonstruksi dan Mitigasi /// jdl

 

JAKARTA—Setelah sempat tertunda, prosesi pelantikan Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru akhirnya terlaksana. Doni resmi menggantikan putra Sulut yang sebelumnya menempati jabatan tersebut, Willem Rampangilei.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung pelaksanaannya di Istana Negara, Jakarta, kemarin (9/1).

Pada kesempatan itu, Jokowi membeberkan alasan pergantian kepala BNPB. Menurutnya, bencana menjadi ancaman serius bagi Indonesia yang berada di kawasan cincin api atau ring of fire. Oleh karenanya, lembaga BNPB membutuhkan sebuah manajemen dan kepemimpinan yang kuat untuk melakukan konsolidasi dari kementerian/lembaga dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

"Sehingga memerlukan leadership yang kuat dan saya melihat Pak Letnan Jenderal Doni orangnya," ujarnya seusai pelantikan.

Terkait struktur kelembagaan BNPB, Jokowi mengaku sudah meneken peraturan presiden (perpres) baru. Namun dia menegaskan, di perpres baru, kelembagaan BNPB masih langsung di bawahnya dan memiliki kedudukan setingkat menteri. Sementara mengenai status kepala BNPB yang kini bisa diisi tentara aktif, dia enggan berkomentar lebih jauh.

"Saya tidak melihat aktif atau tidak aktif, tetapi yang ingin saya melihat adalah manajemen yang kuat, tindakan yang cepat di lapangan," imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos (Grup Manado Post) dari istana, pada perpres baru hanya dilakukan penambahan pasal yang membolehkan kepala BNPB diisi oleh TNI ataupun Polri aktif. Sementara kelembagaan tetap di bawah presiden.

Jokowi menambahkan, ada sejumlah pekerjaan rumah yang dia titipkan kepada Doni. Yakni penuntasan rekonstruksi dan rehabilitasi di Lombok, Palu, Banten, hingga Lampung. "Pekerjaan besar dari Pak Doni masih banyak lagi, itu yang saya sampaikan membutuhkan manejemen yang kuat, lapangan yang kuat," tuturnya.

12
Kirim Komentar