10 Jan 2019 12:21

10 Anak di Boltim Terserang DBD, Pemerintah Diminta Lakukan Fogging

MyPassion
Salah satu pasien DBD di rawat di Puskesmas Kotabunan.(Ayurahmi/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM---Awal tahun, Dinas Kesehatan Boltim mencatat ada 10 korban yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). "Ini data dari beberapa puskesmas yang sudah dikumpulkan. Tapi yang suspec ada 23 orang, positif sejauh ini 10 orang," beber Kadis Kesehatan Boltim Eko Marsidi, ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Menurut dia, esok (hari ini) pihaknya akan melakukan fogging di Kecamatan Modayag. Dia tak menampik jika keberadaan fogging bukan satu-satunya cara untuk menghentikan DBD. "Kesadaran masyarakat itu sangat penting. Karena banyak tempat yang menjadi sarang nyamuk," ujarnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Kotabunan Marzuki Abdul menuturkan, awal Januari jumlah pasien yang ditangani sudah berjumlah 10 orang, dan didominasi oleh anak-anak.

Dia membeber, semua pasien yang masuk di Puskesmas Kotabunan sering dirujuk ke Rumah Sakit (RS) lain. Karena belum ada fasilitas laboratorium untuk pemeriksaan. "Pasien selalu dirujuk ke RS Ratatotok karena belum ada LAB," akunya.

Semetara itu, Kepala Puskesmas (Kapus) Motongkat Helmi Lasama menuturkan, awal tahun ini pihaknya belum menerima pasien DBD. "Minggu lalu memang ada suspec di Jiko Molobog, tapi setelah dilakukan pemeriksaan Alhamdulliah negatif," syukurnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi Tiga Revi Lengkong meminta kepada dinas terkait untuk rutin melakukan fogging dan sosialisasi mengenai DBD. "Fogging itu harus dilakukan. Karena masih banyak tempat-tempat di Boltim yang belum di fogging," tukasnya.(tr-01/ite)

Kirim Komentar