09 Jan 2019 09:02

AJI: Persebaya Lakukan Kriminalisasi Jurnalis

MyPassion
Investigasi mafia bola yang berjudul Green Force Pun Terseret di harian Jawa Pos edisi Minggu (6/1) (Dok. Jawa Pos)

SURABAYA—Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya mendesak manajemen Persebaya Surabaya untuk mencabut laporan di Polrestabes Surabaya. AJI Surabaya juga mendorong Persebaya untuk menempuh jalur hak jawab atau melalui Dewan Pers.

AJI Surabaya mengecam laporan yang dilakukan Persebaya terhadap Jawa Pos di Polrestabes Surabaya. Menurut mereka, tindakan Persebaya sama dengan kriminalisasi para jurnalis dan media massa.

Ketua AJI Surabaya Miftah Faridl mengatakan, jika liputan investigasi Jawa Pos yang berjudul 'Green Force Pun Terseret' dianggap mengandung fitnah atau pencemaran nama baik, maka Persebaya seharusnya meminta hak jawab kepada Jawa Pos.

Sebab, masalah itu sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 atau UU Pers Pasal 1 (11,12 dan 13) tentang hak jawab dan koreksi. Serta Kode Etik Jurnalistik Pasal II dan 10 tentang melayani hak jawab serta prosedur pencabutan, ralat, memperbaiki berita yang tidak akurat.

“Artinya, seluruh hak-hak orang, kelompok atau lembaga yang menjadi objek pemberitaan dan kewajiban media massa, diatur dan dijamin oleh undang-undang,” tulis Farid dalam pernyataan sikap AJI Surabaya, Selasa (8/1) siang dilansir dari JawaPos.com (grup Manado Post).

AJI Surabaya juga menyayangkan karena laporan Persebaya langsung dibuatkan Laporan Polisi oleh Polrestabes Surabaya. Mereka mengingatkan tentang adanya Nota Kesepahaman (MoU) antara Dewan Pers dengan Polri. MoU ini bisa menjadi rujukan Polrestabes Surabaya untuk melindungi kemerdekaan pers.

12
Kirim Komentar