07 Jan 2019 08:56

UTBK Pakai Soal HOTS

MyPassion

MANADO—Kemenristekdikti dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) telah resmi meluncurkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Lembaga inilah yang akan menangani pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

 

Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Prof Ellen Kumaat DEA yang ikut peluncuran LTMPT menyebutkan, menristekdikti sudah menginstruksikan para rektor, untuk mempersiapkan penerimaan tahun ini. “Menristekdikti meminta agar segera disosialisasi dengan baik,” ujar Prof Ellen. “Menristekdikti pak Mohamad Nasir mengapresiasi pembentukan LTMPT. Sebab, tes masuk kampus negeri sekarang dikelola oleh lembaga yang lebih permanen,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Media Centre Universitas Manado (Unima) Dr Goinpeace Tumbel MSi juga membenarkan adanya perubahan penerimaan mahasiswa. Katanya Unima bakal mengikuti sistem aturan baru tersebut. “Ya, kita wajib mengikutinya. Ini merupakan sistem perekrutan baru. Jadi nantinya penerimaan mahasiswa yang lewat LTMPT diharapkan dapat menjaring calon mahasiswa-mahasiswi terbaik,” katanya Minggu, (6/1) kemarin ketika dihubungi.

Sementara, Wasek Media Centre Unima yang juga koordinator seleksi Irwani Maki menambahkan, perekrutan lewat LTMPT bertujuan untuk melaksanakan tes yang kredibel, adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel, serta dapat membantu perguruan tinggi memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi, berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN melalui jalur SBMPTN.  "Perekrutan ini mengikuti perkembangan teknologi informasi di era digital,” sebutnya.

Dirinya juga mengingatkan, kepada siswa dan sekolah agar memperhatikan secara cermat kerangka waktu pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2019. “Untuk informasi lebih lengkap para pelamar dapat mengunjungi situs resmi LTMPT dan layanannya dapat dilihat pada laman http://www.ltmpt.ac.id,” tandasnya.

Sementara itu, terkait SNMPTN, mulai Sabtu (5/1), sekolah sudah bisa mengisi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) untuk langkah awal sebelum pendaftaran SNMPTN. Ketua LTMPT Ravik Karsidi menjelaskan, untuk SNMPTN secara umum tidak ada perubahan.

Rangkaiannya dimulai dari pengisian PDSS oleh sekolah. Lalu pendaftaran oleh siswa. Kemudian pelaksanaan seleksi berbasis rekam jejak prestasi seleksi oleh kampus. Diakhiri dengan pengumuman kelulusan.

Sementara itu, perubahan yang signifikan terjadi pada SBMPTN. Seleksi ini berbasis ujian atau tes. Selama ini pelamar mendaftar SBMPTN kemudian mengikuti tes. “Sekarang ikut ujian tulis berbasis komputer (UTBK, Red) dulu,” katanya seusai peluncuran LTMPT di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Ravik menyatakan, pelaksanaan UTBK sejatinya terlepas dari SBMPTN. Sebab, siswa bisa memilih lokasi UTBK di manapun. Tidak harus di kampus yang nantinya bakal dipilih ketika pendaftaran SBMPTN dibuka. Sehingga dengan sistem ini bisa lebih fleksibel dan memudahkan.

Misalnya anak Surabaya ingin mendaftar SBMPTN di Universitas Indonesia (UI). Dia bisa memilih lokasi UTBK di kampus yang berada di Surabaya. Ravik mengatakan ada 78 kampus negeri yang bakal membuka SBMPTN. Dari jumlah tersebut ada 74 kampus negeri yang menyelenggarakan UTBK. "Total ada sepuluh hari pelaksanaan UTBK. Setiap harinya ada sesi pagi dan siang," jelasnya. Jadi total ada 20 sesi UTBK di 74 kampus yang bisa dipilih. Ravik mengatakan kampus negeri yang dipercaya menggelar UTBK disebut sebagai test center.

Hasil UTBK tersebut bakal digunakan saat mendaftar SBMPTN. Sistem baru ini dinilai lebih transparan. Sebab pelamar SBMPTN mengetahui berapa nilai yang dia dapatkan. Dengan nilai tersebut, dia bakal memilih untuk masuk kampus mana yang memiliki peluang besar untuk diterima.

Berbeda dengan selama ini, pelamar menentukan dahulu kampus yang dipilih saat SBMPTN. Kemudian melaksanakan tes. Ravik yang juga rektor UNS Solo itu menjelaskan dari materi tes juga ada perbedaan. Dalam UTBK kali ini memakai tes potensi skolastik (TPS) dan tes potensi akademik (TPA). "Sekolastik (cakupan materi tesnya, Red) lebih luas. Dan memasukkan soal HOTS (higher order thinking skill, Red)," tutur dia.

Menristekdikti Mohamad Nasir menyambut baik adanya materi ujian TPS. Menurut Nasir selama ini siswa yang sekolah di sekolahan dengan fasilitas pembelajaran bagus, memiliki probabilitas tinggi dalam SBMPTN. Sebab secara akademik mereka ditunjang dengan pembelajaran dan sarana penunjang lainnya yang baik.

Nah dengan adanya TPS tersebut, siswa juga diukur bakat kemampuan akademiknya. Bakat ini terlepas dari kondisi sekolah tempat dia belajar. TPS ini juga bisa mencerminkan kualitas IQ seseorang. Nasir berharap setelah LTMPT resmi diluncurkan, tim harus segera sosialisasi ke masyarakat. Khususnya ke siswa tingkat akhir di jenjang SMA sederajat. “Sosialisasinya yang baik. Jangan malah menimbulkan stress,” pungkasnya.(gnr)

 

Kirim Komentar