29 Des 2018 14:24

Bangun Moralitas untuk Menghidupkan, Toga Prihatin dengan Ujaran Kebencian

MyPassion
Tedius Batasina

MANADOPOSTONLINE.COM—Tokoh agama (toga) ikut prihatin dengan maraknya ujaran kebencian di media sosial (medsos). Toga pun mengajak umat/jemaat untuk tetap membangun komunikasi sosial yang baik dengan siapa saja.

Ketua Majelis Gembala KGPM Gbl Tedius Batasina STh mengatakan, umat harus membangun sebuah peradaban dalam konteks sosial kemasyarakatan di tengah pluralitas kebangsaan. "Di dalam dinamika hidup sebagai suatu bangsa membutuhkan sebuah kesadaran. Relasi dan komunikasi sabagai warga bangsa seyogianya harus terbangun dalam bingkai etika dan moralitas yang saling menghidupkan bukan saling mematikan," ujarnya.

Dia mengatakan, dalam berbagai kenyataan terkadang dijumpai dialog kehidupan acapkali norma-norma dan etika tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yang sangat penting. "Apalagi dalam konteks masyarakat kekinian, ujaran kebencian yang mengarah kepada penghakiman menjadi sebuah keperihatinan yang harus kita sikapi," tegasnya.

Menurut dia, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai dan martabat, adat, budaya maka seharusnya relasi dan komunikasi, interaksi, informasi harus tercipta dalam bingkai kesadaran akan sisi kemanusiaan. "Juga mengedepankan tentang saling mengakui, saling menerima, saling mengingatkan," tuturnya.

Sekjen Sinode Am Gereja-Gereja (SAG) Suluteng Pdt Zakharia Widodo menambahkan, membangun komunikasi yang baik antar masyarakat sangat penting. Misalnya melakukan dialog lintas agama dan lintas denominasi. “Ini cara efektif membangun komunikasi yang baik sehingga tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat," ujarnya.

Dia mengatakan, damai sejahtera harus dibangun sekarang ini apalagi di era revolusi industri. “Mengembangkan pendidikan multikultural, pendidikan harmoni sejak dini, nilai budaya dan kebangsaan akan membuat umat makin toleran dan tidak saling membenci," katanya.

Terpisah, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Dr Nasruddin Yusuf mengatakan, ujaran kebencian ada karena rasa tidak puas dalam diri seseorang. Dia mengajak rasa kasih harus diterapkan dalam diri setiap orang, yang harus dipupuk sebagai seorang  beragama, yang merupakan ciptaan Tuhan. “Walaupun orang lain telah melakukan kesalahan kepada kita, sebisa mungkin harus memaafkannya,” tutup Nasruddin.(gnr)

Kirim Komentar