26 Des 2018 09:25

Krisis Parah, Ratusan Ribu Warga Venezuela Pergi

MyPassion
Krisis membuat orang Venezuela makin terpuruk dengan barter potong rambut dengan tepung.(AFP)

MANADOPOSTONLINE.COM---Venezuela dilanda krisis ekonomi. Negara kaya minyak dan terbukti memiliki cadangan minyak terbesar di dunia tersebut menghadapi masalah ekonomi yang begitu pelik. Keuntungan minyak Venezuela merupakan 95 persen dari pemasukan ekspor. Ini berarti ketika harga minyak tinggi, banyak uang yang mengalir ke Pemerintah Venezuala.

 

Ketika President Hugo Chavez dari kelompok sosialis berkuasa, sejak Februari 1999 sampai meninggal dunia pada Maret 2013, dia menggunakan sebagian dana tersebut untuk membiayai sejumlah program sosial guna mengurangi ketidaksetaraan dan kemiskinan dengan murah hati.

Tetapi ketika harga minyak anjlok pada 2014, pemerintah tiba-tiba dihadapkan lubang besar pembiayaan dan harus memotong sejumlah program yang populer. Merespons kondisi yang ada, pemerintah memutuskan mencetak lebih banyak uang. Namun, langkah itu hanya mengerek inflasi dan mengantar negara itu ke dalam resesi. Venezuela secara drastis melemahkan mata uang dan menerbitkan mata uang baru yang menghapus lima nol di belakangnya.

Jutaan warga Venezuela telah meninggalkan negara itu dalam dua tahun terakhir. Ada juga sejumlah penduduk makan daging busuk dan mengais makanan dari tempat sampah untuk bertahan.

Ribuan orang Venezuela memasuki Kolombia untuk mencari kehidupan. Negara itu memberikan tempat tinggal sementara kepada lebih dari 800 ribu orang. Sedangkan Pemerintah Peru menuturkan, sekitar 20 ribu orang Venezuela memasuki negara itu.

Kekurangan pangan dan kebutuhan pokok sehari-hari akibat resesi bertahun-tahun yang ditandai dengan inflasi tinggi serta listrik padam secara rutin merupakan kejadian sehari-hari.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyalahkan perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan kekuatan-kekuatan kapitalis lain.(jpc)

Kirim Komentar