21 Des 2018 09:22
Renungan Natal

Implementasi Natal dalam Kehidupan Kekristenan

MyPassion
Ketua PELWAP GPDI Sulut Pdt Dra Frike Kesek-Pelealu

NATAL tidak dapat dipisahkan dari kehidupan Kristen. Karena, kehidupan Kristen meneladani karakter Kristus dan Natal adalah awal penggenapan rencana Allah untuk keselamatan umat manusia.

Kalau Yesus tidak dilahirkan ke dunia, maka kita adalah orang-orang yang binasa. Sebab itu hargailah keselamatan yang Yesus sudah kerjakan bagi kita dalam setiap bentuk perayaan-perayaan Natal, dengan ibadah dan perbuatan kasih yang menghadirkan Yesus.

Sehingga soal makan minum dan pakaian tidak menjadi kebutuhan primer dalam konteks merayakan Natal. Secara substansi Natal memberikan teladan kesederhanaan.

Beberapa contoh dalam Alkitab antara lain ; Yesus lahir di kandang Betlehem dan dibungkus dengan kain lampin, dibaringkan di palungan. Ketika Yesus pun dalam pelayanan menelusuri kota ke kota, desa ke desa, lembah dan pegunungan hanya dengan berjalan kaki.

Ketika Yesus memasuki Yerusalem, Ia disambut sebagai raja. Tapi Yesus datang dengan menunggangi keledai muda, bukan kuda sebagai lambang kekuatan dan keperkasaan.

Sehingga upaya apapun yang kita lakukan dalam wujud perayaan Natal, janganlah keluar dari substansi Natal, tapi biarlah nama Tuhan yang dimuliakan dalam kehidupan orang percaya. Hindari pesta pora, pemborosan dan mabuk-mabukan yang dapat berdampak pada tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan karakter Kristus.

Akhirnya Natal adalah mata rantai yang membawa setiap orang percaya bukan saja mendapatkan perlindungan, penyertaan, kecukupan, mujizat tetapi keselamatan abadi dalam hidup yang kekal. Haleluya. Imanuel.

Damai Sejahtera, kasih dan sukacita melingkupi kita semua umat Kristiani di Sulawesi Utara dan di mana saja yang merayakan Natal Yesus Kristus. *PA: Roma 14:17: Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.(*)

Kirim Komentar