13 Des 2018 08:29

2019, Kuota Haji 221 Ribu

MyPassion

JAKARTA—Nota kesepahaman atau taklimatul hajj terkait penyelenggaraan haji 2019 resmi diteken antara pemerintah Arab Saudi dengan Indonesia. Salah satu butir penting dalam perjanjian tersebut adalah penetapan kuota haji. Tahun depan kuota haji Indonesia tetap dipatok 221 ribu jamaah.

Sebelumnya beredar informasi bahwa diupayakan kuota haji tahun depan bisa bertambah hingga 250 ribu. Kabar tersebut merupakan target diplomasi yang dibahas oleh KBRI di Riyadh. Namun akhirnya kuota haji tahun depan tidak mengalami perubahan. Yakni sebanyak 221 ribu jamaah.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menuturkan Indonesia menjadi negara pengirim jemaah haji di kawasan Asia pertama yang diundang Kerajaan Saudi Arabia untuk menandatangani MoU itu.  Di dalam MoU itu disepakati bahwa kuota jemaah haji Indonesia 1440H/2019M sebanyak 221ribu, atau sama dengan tahun ini.

Lukman juga menjelaskan terkait kabar ada permintaan penambahan kuota yang diajukan oleh pemerintah Indonesia. "Tak benar bila dikatakan Arab Saudi tak meloloskan permintaan Indonesia terkait penambahan kuota haji," jelasnya kemarin. Penjelasan itu dia sampaikan melalui akun media sosialnya.

Lebih lanjut dia mengatakan Kemenag tidak mengajukan penambahan kuota haji sebelum jumlah tenda dan toilet di Mina diperbanyak. Sebab jumlah tenda dan toilet di Mina sekarang saja, tidak mencukupi dengan jumlah kuota haji saat ini. Menurutnya ketika jumlah tenda dan toilet saat ini yang amat terbatas, menambah kuota haji justru akan menimbulkan tragedi kemanusiaan bagi jamaah.

Kuota haji yang tidak mengalami kenaikan, berpotensi membuat antrian haji makin panjang. Saat ini rekor antrian haji terpanjang ada di Kabupaten Bantaeng. Yakni sampai 2058 atau 39 tahun lagi. Kuota jamaah haji di Kabupaten Bantaeng dipatok 185 jamaah. Sementara itu ada 2.227 jamaah yang sudah mendaftar.

Kemudian di Kabupaten Sidrap kuota haji sudah terisi hingga 2057 atau 38 tahun ke depan. Di Kabupaten Sidrap kuota haji ditentukan 254 jamaah dan sudah ada 9.802 jamaah mendaftar. Lalu di Kabupaten Pinrang antrian haji hingga 2055 nanti. Di kabupaten ini kuotanya ada 360 jamaah dan yang sudah mendaftar ada 12.891 orang.

Dalam pembahasan MoU penyelenggaraan haji 2019 juga dibahas jalur cepat (fast track) layanan imigrasi Saudi. Tahun ini fast track hanya berlaku di Embarkasi Jakarta. Dengan jalur ini, rekam biometrik jamaah haji Indonesia dilakukan di Indonesia oleh petugas Saudi. Sehingga proses kedatangan jamaah di bandara Jeddah atau Madinah hingga jamaah naik bus menuju hotel lebih cepat.

"Kami usulkan, kebijakan fast track yang tahun ini  diterapkan pada 70.000 jemaah yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta,  pada musim haji 2019 juga diterapkan di seluruh embarkasi Indonesia," jelas Lukman.

12
Kirim Komentar