11 Des 2018 10:58

Kemacetan Parah Gaya Manado

MyPassion
Saat lalu lintas bergerak menuju Tomohon, mobil-mobil kemudian dipaksa untuk berbelok ke kiri turun ke arah Ring Road menyeberangi/memotong dua jalur lalu lintas.

MANADOPOSTONLINE.COM — Empat tahun kemudian hampir pada tanggal yang sama, kami para pengemudi pengguna jalan dan warga Sulawesi Utara menghadapi solusi lalu lintas yang sama sekali tidak masuk akal dan aneh dari pihak Kepolisian yang sama sekali tidak sesuai kompetensinya. Saya mohon Pak Kapolda untuk keluar dari kantornya bersama Pak Kasat-Lantas dan merasakan sendiri kegilaan arus jalan menuju Tomohon di persimpangan Ring Road di mana enam hari seminggu pada jam 6-7 malam Anda dapat menemukan "kemacetan total (gridlock)" dalam kondisi paling parah.

Saya pernah menulis tentang hal yang sama di Manado Post pada tahun 2012 dan 2014 tetapi masalah yang sama masih tetap menggelayuti dan mendatangkan malapetaka 4 tahun kemudian, meski demikian para ahli tata kota dan polisi "MASIH TIDAK MENGERTI JUGA".

Saat lalu lintas bergerak menuju Tomohon, mobil-mobil kemudian dipaksa untuk berbelok ke kiri turun ke arah Ring Road menyeberangi/memotong dua jalur lalu lintas (amat membahayakan) yang melaju ke atas (Tomohon) & ke bawah (Citraland) di mana tidak ada garis lalulintas (karena tidak pernah ada) dan kemudian bergabung dengan arus lalu lintas dari Ring Road menuju ke Tomohon. Kemudian di bagian atas di mana jalan menghubungkan ke Jalan Raya, melambat lagi - dan prosesnya seperti efek domino - berakhir dengan penundaan besar dan kemacetan parah berikutnya.

Ada tiga titik kontak di mana arus kendaraan membutuhkan bantuan, tetapi hanya ada polisi di titik kontak awal (memerintahkan untuk melakukan pelanggaran!), tidak ada pada titik  di mana kendaraan harus 

menyeberangi dua jalur lalu lintas dan juga tidak ada di titik gabungan di bagian atas di mana lalu lintas menyatu lagi! Mungkin sembilan polisi tiga di setiap titik kontak bisa membuat masalah lebih baik. Tapi ini bukan solusinya! - Pertimbangkan bundaran (roundabout), sebuah kata yang tidak digunakan di sini di Manado (atau pun pernah dibangun) - mulailah mencari solusi nyata.

Tapi yang jelas adalah bahwa keahlian lokal tidak bisa atau tidak akan menyelesaikan masalah, sedikitnya sudah 6 tahun mereka gagal sehingga muncul persoalan yang sama dan usang, hanya tahunnya yang berbeda !!

Sekarang apa yang mungkin tidak Anda pertimbangkan atau pedulikan adalah dampak lingkungan dan sosial dari kemacetan rutin tersebut: penggunaan 10% lebih banyak bahan bakar per hari (fakta) - ini adalah uang bahan bakar bersubsidi di mana subsidi dapat diberikan kepada masyarakat Indonesia lainnya. Emisi (gas buang) - berapa ribu mobil yang duduk terdiam selama 30 menit hingga 1 jam setiap hari, coba pikirkan. Ambulans yang tidak bisa lewat dan menit-menit berharga bagi pasien (keluarga Anda!) yang menunggu untuk sampai ke rumah sakit secepatnya.

Pilihan untuk SOLUSI NYATA hanyalah satu; undang ahli spesialis lalu lintas atau tim untuk menganalisa dan menghasilkan solusi nyata dengan pemodelan komputer yang dapat menawarkan solusi lampu lalu lintas ataupun bundaran.

Kirim Komentar