07 Des 2018 09:23
Hanya Lima Jam Polsek Kauditan Amankan Diduga Pelaku

Warga Kawiley Tewas di Tangan Teman Sendiri

MyPassion
Kapolsek Kauditan Maulana Miraj saat mengevakuasi korban di RS. Foto lain: Kanit Reskrim Akson Donggala bersama timsus Polsek Kauditan mengamankan tersangka di mapolsek, Kamis (6/12) kemarin. (Ridel Palar/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM — Menghilangkan nyawa seseorang kembali terjadi di Minahasa Utara (Minut). Kamis (6/12) sekira Pukul 03:00 Wita, Jhony Rey (31) warga Desa Kawiley, Kecamatan Kauditan menghembuskan nafas terakhirnya karena dianiaya Piere Tangkudung (27) warga yang sama.

Informasi yang dirangkum Manado Post, awalnya tersangka dan korban melakukan pesta minuman keras (miras). Karena sudah dipengaruhi miras, korban melakukan hal yang dinilai melampaui batas, ketika ditegur teman-temannya, dia (korban, red) melawan.

Saat akan dipulangkan ke rumahnya, korban merontak dan tangannya mengenai dagu tersangka. Sontak saja, tersangka naik pitam dan langsung pulang kerumah untuk mengambil sebilah pisau.

Tersangka berencana mengambil pisau di rumah untuk menakuti korban agar diam dan tak berontak. Tetapi saat akan mengantar korban, mereka cekcok dan saling rebutan pisau dan terjatuk ke got dengan posisi korban berada di bawah. Sedangkan tersangka berada di atas akan tetapi pisau yang sempat di perebutkan itu tertancap ke dada kiri korban namun tersangka tidak sadar. 

Saksi Richard Mokalu (19) warga yang sama menerangkan bahwa saat kejadian Ia tidak melihat jelas. Tetapi, mendengar ada ribut-ribut dan jarak antara dirinya dan TKP sekira 20 meter. "Hanya mendengar dan langsung kembali ke acara. Akan tetapi setelah beberapa saat kemudian, tersangka memanggil untuk menemaninya ke RS Hermana Lembean, dengan menggunakan mobil dan saat itu saya melihat mulut tersangka berdarah dan saat itu saksi naik keatas mobil yang dibawa tersangka," ujarnya.

Lanjutnya, saat sampai di RS baru dirinya sadar ada korban dibagian belakang mobil. “Namun saat itu saya baru mengetahui apabila dimobil ada korban dan  sudah dalam keadaan lemah bersimbah darah. Ketika melihat korban berdarah saya bertanya kepada tersangka tetapi Ia menjawab kalau tidak tau siapa pelakunya,” bebernya.

Tersangka Piere Tangkudung saat di tanyai di Polsek Kauditan mengatakan, saat kejadian dirinya telah mengkonsumsi miras namun tidak mabuk. "Saya keluar dari rumah teman Febri Pangemanan sekira Pukul 03.00 Wita, ada orang ribut-ribut dan menghampiri mereka namun saya inisiatif melerai tapi hanya mendapat pukulan di mulut," ujarnya.

Ditambahkannya, dirinya hendak pulang kerumah dengan maksud mengambil pisau dan kembali ke tempat kejadian. "Saya mencabut pisau hanya menakut-nakuti orang-orang yang bertengkar dengan korban. Tapi Jhon salah sangka, dia pikir saya yang akan memukulnya sehingga kami saling menarik pisau lalu terjatuh di dalam got," terangnya.

Terpisah, Kapolsek Kauditan Iptu Maulana Miraj saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini tersangka sudah kami amankan bersama barang bukti. Saat menerima laporan, kami langsung melakukan olah TKP dan menangkap tersangka sekira Pukul 07:00 Wita,” ujarnya. Lanjut Miraj, selanjutnya korban dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Manado. Dan atas perbuatan tersangka, dikenakan Pasal 338 KUHP atau 351 ayat 3.

Ditambahkan Kanit Res Aiptu Akson Donggala, ketika mendapatkan laporan pihaknya bergerak dengan tim ke rumah tersangka Desa Kawiley Jaga 7 dan mengamankannya ke Polsek. (tr-04/ria)

Kirim Komentar