06 Des 2018 13:06

Sampah Sulut Dilirik Tiongkok, Wagub: Kita Izinkan Berinvestasi

MyPassion
Steven Kandouw

MANADO—Sampah di Sulut ternyata memiliki nilai investasi. Terbukti, investor Tiongkok tertarik bekerjasama untuk daur ulang sampah. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven Kandouw, kemarin.

 

"Kita menyambut baik kedatangan pihak investor ini. Karena investasi mereka sangat bagus. Yakni bergerak di daur ulang sampah. Dan secara otomatis, sampah kita bisa berkurang dengan adanya perusahaan pengelola sampah tersebut. Apalagi di tengah kita menggalakan pariwisata, harus didukung daerah yang bersih," ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah daur ulang juga menjadi prioritas Pemprov Sulut. Sehingga kehadiran investor Tiongkok ini sangat disambut.

"Kita juga mempermudah semua investasi di daerah jika memang tepat sasaran. Apalagi investasi untuk pariwisata serta pendukunya. Kita sangat terbuka. Namun harus tetap sesuai dengan aturan yang ada. Tidak ada yang main di bawah tangan atau merusak sumber daya alam kita," bebernya.

Pemprov juga, menurut Kandouw, bakal membantu investor mencarikan lahan. Menurut Kandouw, dengan adanya investasi ini selain menambah PAD, dapat juga mengurai sampah yang semakin meningkat di daerah.

Sementara, Wendong Shi, investor Tiongkok yang berencana bekerjasama, mengatakan, dipilih Sulut sebagai salah satu daerah untuk berinvestasi karena prospek ke depan sangat baik. Apalagi infrastruktur seperti pelabuhan dan kawasan ekonomi khusus (KEK) bakal berjalan.

"Nantinya KEK akan sangat mendukung kita dalam distribusi bahan serta alat-alat lainnya. Dan kita juga yakin berinvestasi karena pemerintah sudah siap menerima investor. Dan tentu, investasi yang akan kita jalankan menjunjung tinggi ramah lingkungan," urainya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulut Marly Gumalag mengatakan, produksi sampah khusus di empat daerah yakni Minahasa, Minahasa Utara, Manado dan Bitung perharinya mencapai 500 ton.

"Ya memang khusus untuk TPA Regional Mamitarang yaitu Manado, Minahasa, Minahasa Utara dan Bitung produksi sampah sesuai data kita mencapai 500 ton per harinya. Kalau secara umum kita belum lakukan pengukuran berapa banyak produksinya," ucapnya. (tr-02/can)

Kirim Komentar