06 Des 2018 08:29

Ronde Kontroversi Prabowo vs Jokowi

MyPassion

JAKARTA—Tahapan pemilihan presiden terus ‘menghangat’. Komentar-komentar kontroversi meluncur deras dari kedua calon presiden, Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi).

 

Dalam ‘ronde’ terbaru, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menumpahkan kekecewaannya terhadap jurnalis saat pidato Peringatan Hari Disabilitas Dunia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12) kemarin.

Prabowo mengklaim jurnalis atau wartawan yang datang hanya mencari kesalahannya dalam berucap. Kesalahan ucapan tersebut akan menjadi bahan untuk 'gorengan' kubu Jokowi. "Ada wartawan enggak di sini, mereka ke sini nungguin gue salah ngomong," ketus Prabowo dilansir dari merdeka.com.

"Mereka, saya katakan, kelompok itu, menunggu gue salah ngomong kemudian digoreng lagi, bicara emak-emak engga boleh, tampang engga boleh," tambah dia.

Prabowo menduga, ada upaya besar memanipulasi demokrasi di Indonesia. Praktik sogok menyogok terjadi di seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari partai politik, pejabat, dan rakyat yang mau dibohongi dan dicuci otak oleh pers yang berbohong. "Jadi saya katakan hey jurnalis kalian tidak berhak sandang sebagai jurnalis. Saya katakan mulai sekarang jangan lagi hormati mereka karena mereka semua antek," Prabowo memungkasi.

Kejengkelan Prabowo berawal dari Reuni Aksi 212 yang dinilainya tidak sesuai persepsinya. Prabowo menilai jumlah massa aksi tersebut mencapai jutaan, namun hanya ditulis ribuan oleh media massa. "Media kita tidak melihatnya. Ini aneh bin ajaib," kata Prabowo.

Selesai acara, para wartawan yang hadir bersiap mencegat Prabowo untuk mewawancarainya. Namun, ia tak mau diwawancara. Ia juga sempat bertanya dengan nada tinggi kepada salah satu wartawan. "Kamu media mana, hah?" kata Prabowo dilansir dari idntimes. Setelah bertanya ia pun terus melangkahkan kakinya keluar hotel.

Selain Prabowo, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) juga pernah melontarkan statemen yang jadi kontroversi di tengah masyarakat. Salah satunya soal ketika Presiden Jokowi meminta masyarakat Indonesia untuk lebih berhati-hati dengan para politikus. Pasalnya, di Indonesia bukan hanya ada politikus yang baik-baik, tetapi juga ada politikus sontoloyo.

Jokowi mengatakan, segala sesuatu yang ada di pemerintahan selalu dikaitkan dengan politik. Menurut Jokowi, hal itu merupakan hasil perbuatan para politikus sontoloyo. "Itulah kepandaian para politikus, mempengaruhi masyarakat, hati-hati saya titip ini, hati-hati. Hati-hati banyak politikus yang baik-baik, tapi juga banyak politikus yang sontoloyo," ujar Jokowi di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10) dilansir dari JawaPos.com (grup Manado Post).

Jokowi mengklaim, politikus sontoloyo yang ia sebutkan merupakan suatu kebenaran yang terjadi di Indonesia. Oleh karenanya, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dan bisa menyaring informasi yang benar dan salah. "Saya bicara apa adanya saja. Sudah, marilah kita saring. Saya lihat masyarakat sekarang sudah semakin pintar, semakin matang dalam berpolitik," pungkas Jokowi.(gnr)

PERNYATAAN YANG JADI KONTROVERSI:

12
Kirim Komentar