06 Des 2018 08:57
Pembebasan Lahan Jadi Kendala

Revitalisasi DAS Tondano Tak Maksimal

MyPassion
Tanggul yang sudah selesai dibangun di DAS Tondano. Dengan pembangunan ini, DAS Tondano akan menjadi etalase rumah warga. (Dok BWSSI)

MANADOPOSTONLINE.COM — Revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ternyata tidak sesuai target. Proyek yang deadline waktu pengerjaan 30 November itu realisasinya baru 72 persen. Pantauan, Rabu (5/12) kemarin, belum semua tanggul terpasang.

Plt Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi Satu (BWSSI) Jacqueline L Tahar mengatakan, yang selesai baru dari sekmen satu wilayah Sindulang  sampai sekmen tiga di pertigaan Sungai Komo. Alasan belum tuntas 100 persen karena terkendala pembebasan lahan.

“Realisasi pembebasan lahan sampai sekarang sekitar 80 persen. Ada 20 persen yang belum dibebaskan karena belum lengkap persyaratannya. Sedangkan pembangunan fisik realisasi pekerjaan 72 persen,” bebernya.

Menurut dia, untuk sisa pekerjaan yang belum selesai akan dilanjutkan tahun depan. “Untuk pembebasan lahan sudah tertata dalam Dipa sekira Rp 18 miliar dari APBN. Sementara untuk fisik masih diperjuangkan agar tertata di tahun depan. Tapi saya yakin anggaran fisik tetap akan ada,” ungkapnya.

Direncanakan, untuk pekerjaan fisik tahun depan, selain lanjutan pembangunan tanggul, pihaknya juga akan mengajukan pembangunan jalan inspeksi yang berada di sisi kiri dan kanan tanggul.

“Kami juga mengusulkan untuk pembangunan fisik tahun depan parsial. Contoh kami akan mengajukan pembangunan di wilayah Karame karena sudah dilakukan pembebasan lahan. Kalau sudah selesai kami ajukan di kelurahan lain. Sebab kalau diajukan satu kali akan makan biaya banyak,” katanya.

Dia juga membeberkan, sebenarnya pembangunan revitalisasi sungai untuk sekmen empat dan lima, sampai Jembatan Kairagi, akan mendapatkan pendanaan dari Bank Asia. Tapi dari Jaica Jepang mengingkan mereka akan melanjutkan pendanaan untuk menyelesaikan sampai sekmen lima.

“Kami berharap bantuan lanjutan dari Jaica cepat terealisasi sehingga pembangunan sekmen empat dan lima dapat segera dilakukan,” pungkasnya.

Sementara itu, warga di seputaran DAS Tondano mengaku bersyukur dengan adanya revitalisasi ini. “Kami bersyukur dengan pembangunan tanggul ini. Kami juga berharap jalan inspeksi cepat dibangun sehingga tidak lagi becek ketika hujan,” ujar Renti, warga Kelurahan Karame. (ite/can)   

Kirim Komentar