06 Des 2018 14:09

Natal Wahana Berdiakonia Bagi Sesama

MyPassion

MANADO—Umat Kristiani tidak lama lagi akan merayakan Hari Raya Natal. Karena itu, tokoh agama (toga) meminta jemaat merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan.

Sekretaris BPMS GMIM Pdt Evert Tangel STh MPdK mengatakan, merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan itulah yang diharapkan dilakukan oleh seluruh jemaat. "Karena Natal yang sesungguhnya adalah perwujudan dari besarnya kasih Allah akan dunia ini melalui Yesus Kristus yang lahir sebagai Juruselamat dan Raja Damai," ujarnya.

Dia meminta, umat berbagi dan persembahkanlah yang terbaik demi kemuliaan Tuhan lewat peristiwa Natal. "Ada baiknya segala kelebihan yang menjadi berkat bagi warga jemaat dalam merayakan Natal Yesus Kristus dibagikan sebagai persembahan diakonia bagi orang-orang yang membutuhkanya,” katanya.

Terpisah, Ketua Badan Pekerja Majelis GMIM Wilayah Tatelu Pdt Fristy Arthur Kelung MTh mengungkapkan, Natal sebagai kemahakuasaan Allah. "Natal intinya adalah kerelaan Yesus Kristus untuk meninggalkan kenyamanan sorgawi datang ke dunia menjadi manusia. Ia lahir di kandang yang hina di Kota Bethlehem," tuturnya.

Menurut dia, Natal sebagai ajang berbagi dengan sesama. Sebab realitas teologis ini mengantar orang percaya untuk melihat esensi Natal bukanlah memamerkan hasil dari kerja keras selama setahun yang telah dikumpulkan begitu luar biasa. “Natal jangan dijadikan ajang untuk berlomba menunjukkan persiapan materi yang hebat. Tapi sesungguhnya, Natal adalah ajang untuk berbagi sesama yang lemah, atau yang layak dibantu," jelasnya.

 

Selain itu tambahnya, Natal adalah wahana untuk berdiakonia bagi sesama. "Itulah wujud jawaban atas kerelaaan Yesus datang ke dunia sebagai pencipta atas ciptaanNya dan segenap dunia ini," tambahnya.

Sementara itu, Ketua BPMJ GMIM Bethesda Taas Pdt Janny Tewuh MTh mengatakan, perayaan Natal yesus Kristus tahun 2018 hendaknya makin menginspirasi umat Kristen tuk makin hidup sederhana. "Membiasakan diri hidup dalam spiritualitas keugaharian yaitu bersahaja, kesederhanaan dan makin peduli sesama.  Teristimewa makin care dengan saudara kita  yang mengalami bencana, tragedi di beberapa daerah bahkan di lingkungan kita," tambahnya.

Dia mengajak, Natal 2018 ini makin berkesan dan bernilai. Di mana umat Kristen merayakannya dengan penuh sukacita iman sambil selalu mempraktekkan amanat Yesus. “Karena Ia datang agar manusia untuk saling baku-baku bae, baku-baku hormat, baku-baku sayang, karena semua diciptakan oleh Tuhan," pungkasnya. (ebenheazer/ite)

Kirim Komentar