06 Des 2018 14:33
Modal Menyongsong 2019

Greysia/Apriyani ke Semifinal

MyPassion
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor ganda putri BWF World Tour Finals 2018. / breakingnews.co.id

MANADOPOSTONLINE.COM — Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor ganda putri BWF World Tour Finals 2018 di Guangzhou 12-16 Desember.

Dilansir dari jpnn.com, kesempatan tersebut akan menjadi modal bagi mereka menyongsong 2019. Terlebih mulai awal tahun depan perebutan poin menuju Olimpiade juga sudah berlangsung.

Eng Hian, pelatih ganda putri pelatnas mengungkapkan, setidaknya Greysia/Apriyani bisa menembus semifinal. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Saat ini, mereka menempati unggulan ketiga dari delapan pasangan yang masuk di BWF Tour Finals.

Di atas mereka ada dua ganda putri Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dan Mayu Matsutomo/Wakana Nagahara. Menghadapi dua wakil Jepang tersebut, ganda putri terbaik Indonesia itu selalu berakhir ketat.

Dua pasangan Jepang tersebut juga menjadi pesaing terbaik bagi mereka. “Semifinal itu target minimal buat mereka, saya rasa untuk lolos grup masih bisa,” terang Eng Hian. 

Meski begitu, Didi-sapaan karib Eng Hian enggan menganggap remeh lawan yang lain. Sebab, dari dominasi pebulu tangkis Asia, muncul satu pasangan yakni, Gabriela/Stefani Stoeva dari Bulgaria. Mereka manjadi satu-satunya pasangan non Asia yang masuk dalam delapan besar BWF Tour Finals. “Stoeva bersaudara ini juga cukup bahaya. Mereka ini mainnya ulet,” beber Didi.

Greysia/Apriyani juga harus bisa bermain lebih tangguh saat mereka berjumpa dengan mereka.

Saat ini, permainan Greysia/Apriyani memang cukup dinamis. Walaupun Apriyani selalu mengambil peran hampir 80 persen di belakang. Wajar saja, secara usia dan power, Apriyani punya kemampuan yang lebih fresh.

Sedangkan Greysia dengan pengalaman panjang yang dia miliki, dia menjadi playmaker yang mengatur ritmen permainan, khususnya dengan bola netting. “Ini kesempatan kami untuk membuktikan, setelah tahun lalu belum tembus,” kata Apriyani. 

Apriyani mencatat setiap evaluasi yang diberikan Eng Hian. Khususnya saat mengevaluasi dari tayangan video. “Itu jadi pegangan saya untuk tetap berbenah,” lanjutnya. (JPNN/can)

Kirim Komentar