06 Des 2018 08:52

Cair Januari, Nilai Bansos PKH Naik

MyPassion
Agus Gumiwang

JAKARTA—Kabar gembira bagi keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) di Sulut. Pemerintah memastikan adanya kenaikan besaran bansos. Tambahan kenaikan itu bukan besaran bantuan. Tetapi, komponen dalam keluarga yang dapat menambah bantuan.

Bansos pada tahun 2019 terdiri dari bantuan tetap sebesar Rp550 ribu perbulan ditambah komponen yang ada di dalam setiap keluarga. Untuk keluarga yang memiliki anak bersekolah SD maka ada tambahan bantuan Rp 900 ribu, untuk SMP tambahannya Rp 1,5 juta, dan SMA sebesar Rp 2 juta.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan tambahan PKH juga bisa bertambah jika ada ibu hamil dan memiliki balita. Indeks bantuan akan ditambah sebesar Rp 2,4 juta. ”Sementara apabila dalam keluarga tersebut juga terdapat lansia dan atau penyandang disabilitas maka mendapat tambahan Rp 2,4 juta rupiah,” ujarnya.

Atas perubahan tersebut, anggaran bantuan sosial PKH naik. Mulanya hanya Rp 19,3 triliun dan sekarang mencapai Rp 32,65 triliun. Agus berharap dengan naiknya PKH dapat menurunkan angka kemiskinan pada akhir tahun 2019 nantu. Targetnya turun menjadi 8,5 persen hingga 9,5 persen.

Terkait kenaikan indeks bansos PKH dan penjadwalan pencairan bansos PKH ini, Kemensos telah bersurat kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota untuk segera melakukan koordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Tujuannya agar pencairan bansos PKH dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

Mensos menambahkan penyaluran PKH mulai tahun depan akan dimajukan menjadi Januari dari jadwal reguler sebelumnya Februari. Dengan pencairan bansos tahap pertama pada Januari, maka pencairan untuk tahap kedua hingga keempat akan disesuaikan waktunya. ”Pencairan tahap kedua pada Maret, pencairan tahap ketiga pada Juli, dan pencairan tahap keempat pada Oktober 2019,” ungkap Agus.

Dia pun menghimbau agar keluarga penerima manfaat dapat memperbaiki asupan gizi dan menyekolahkan anak sesuai jenjang pendidikan. ”Selain itu memeriksakan kesehatan secara ruin,” ujarnya.

Sebelumnya Agus menyatakan bahwa penyaluran PKH untuk 2018 hingga 2 Desember lalu telah mencapau 95,55 persen. PKH ini ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan dan mendorong perbuhanan sikap dan kemandirian dalam hidup.(jpg/tan)

Kirim Komentar