06 Des 2018 08:48

Bertambah Satu Korban Selamat

MyPassion

JAKARTA—Pasukan gabungan TNI dan Polri terus berusaha masuk wilayah Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (5/12). Meski gangguan dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KBBS) terus mengusik, mereka tetap bergerak. Hasilnya, kemarin mereka berhasil mengevakuasi seorang korban selamat ke Distrik Mbua. Mereka juga menemukan belasan korban meninggal dunia yang diduga korban aksi kelompok tersebut.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menjelaskan, tiga dari empat pekerja PT Istaka Karya yang dievakuasi Selasa (4/12) sudah ditangani oleh petugas di RSUD Wamena. Dia pun membeberkan keterangan salah seorang korban selamat yang juga pekerja PT Istaka Karya. ”Pada 1 Desember 2018, seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja,” terang dia menirukan penuturan salah seorang korban tersebut.

Mereka mengambil keputusan itu lantaran sudah mengetahui KKSB akan melaksanakan upacara. Sebagaimana diketahui, 1 Desember diklaim oleh kelompok itu sebagai hari kemerdekaan Papua Barat. Acara itu, sambung Aidi, dibarengi agenda bakar batu bersama masyarakat setempat. Lantaran ada pekerja PT Istaka Karya yang memotret rangkaian acara tersebut, KKSB lantas mendatangi base camp mereka.

Aidi menyebut, KKSB datang sekitar pukul 15.00 WIT. Dengan berbagai senjata tajam dan senjata api, puluhan anggota kelompok itu memaksa 25 pekerja PT Istaka Karya yang berada di base camp keluar. ”Selanjutnya digiring menuju Kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat,” imbuhnya. Sampai Minggu (2/12) para pekerja tidak juga dilepaskan. Sekitar pukul 07.00 WIT mereka di bawa ke puncak Bukit Tabo.

Dalam perjalanan dari Kali Karunggame ke Bukit Tabo, puluhan pekerja PT Istaka Karya diminta berjalan jongkok. Saat itulah, KKSB menembaki mereka. ”Sebagian pekerja tertembak mati di tempat sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,” beber Aidi. Total ada sebelas pekerja PT Istaka Karya yang berpura-pura sudah tidak bernyawa. Namun lima di antaranya ketahuan saat hendak melarikan diri. Mereka dieksekusi memakai senjata tajam.

Enam lainnya berhasil menyelamatkan diri. Meski tidak bersamaan, namun arah mereka sama. Menuju Distrik Mbua. ”Dua belum ditemukan. Sedangkan empat orang selamat,” imbuh Aidi. Oleh aparat gabungan TNI – Polri, mereka dibawa ke Pos Batalyon Infanteri (Yonif) 755/Yalet. Kemudian diterbangkan ke Wamena. Mengikuti evakuasi para korban ke Wamena, prajurit TNI di pos itu juga memilih mundur.

Mereka bergabung dengan pasukan gabungan TNI – Polri yang tiba di Distrik Mbua dua hari lalu. Sebab, Pos Yonif 755/Yalet yang sempat diserbu KKSB dinilai sudah tidak aman. Jumlah mereka juga tidak sepadan dengan KSSB yang datang. Lebih dari itu, seorang prajurit TNI bernama Serda Handoko meninggal dunia pasca serbuan oleh KKSB. ”Saat itu (mundur dari pos) seorang anggota atas nama Pratu Sugeng tertembak di lengan,” jelas Aidi.

Berdasar keterangan Wakapendam XVII/Cendrawasih Letkol Infanteri Dax Sianturi, jenazah Serda Handoko sudah dibawa dari Distrik Mbua ke Distrik Kenyam yang juga ibu kota Kabupaten Nduga. Pun demikian dengan Pratu Sugeng. Dia juga dibawa ke Distrik Kenyam untuk mendapat penanganan medis. ”Autopsi terhadap jenazah oleh dokter dari tim medis AD ditemukan adanya luka tembak di bagian punggung,” jelas Dax.

Kemarin pagi, pasukan gabungan TNI – Polri kembali bergerak dari Distrik Mbua. Mereka bertolak ke Distrik Yigi guna mendatangi lokasi yang diduga tempat eksekusi pekerja PT Istaka Karya. Berdasar keterangan Dax, penyisiran TNI – Polri di Distrik Nduga sementara ini menghasilkan temuan 15 jenazah. ”Ditemukan meninggal dunia di area pucak Tabo,” ungkap dia. Selain itu, mereka juga berhasil menemukan seorang korban selamat bernama Jhony Arung.

Nama Jhony Arung termasuk dalam daftar 24 nama yang sebelumnya dilaporkan Senin sore (3/12) oleh seorang pendeta bernama Wihelmus Kogoya. Namun demikian, sampai kemarin malam pasukan gabungan TNI – Polri belum bisa memastikan identitas 15 korban meninggal dunia yang mereka temukan. ”Sehingga belum bisa dipastikan apakah keseluruhan 15 korban tersebut adalah karyawan PT Istaka Karya,” jelasnya.

Hingga kemarin, Sekretaris Perushaan PT Istaka Karya Yudi Kristanto belum bersedia memberikan daftar nama pekerja yang bertugas di Distrik Yigi. Dia menyebut, daftar nama pekerja bakal disampaikan dalam rilis resmi setelah diketahui secara pasti jumlah dan identitasnya. ”Kami juga menjaga perasaan keluarga korban,” ungkapnya. Lantaran sudah gelap, evakuasi 15 jenazah tersebut bakal dilaksanakan hari ini (6/12). Bisa ke Wamena atau Timika.

Seorang anggota Polri yang terluka saat bergerak masuk Distrik Yigi juga dievakuasi ke Wamena. Menurut Kabidhumas Polda Papua Kombespol A. M. Kamal, anggota Polri itu bernama Bharatu Wahyu. Dia mengalami luka tembak di lengan kanan, bahu kiri, dan leher ketika terjadi kontak senjata antara pasukan gabungan TNI – Polri dengan KKSB. “Dibawa ke RSUD Wamena untuk diambil tindakan medis,” imbuhnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyampaikan bahwa jumlah pekerja PT Istaka Karya yang menjadi korban aksi KKSB sebanyak 25 orang. Dari angka tersebut, 19 di antaranya meninggal dunia setelah dieksekusi oleh kelompok Egianus Kogoya. Sedangkan enam lainnya berhasil melarikan diri. ”Empat bisa diselamatkan oleh pasukan kita dan dua sedang dicari,” kata dia kemarin.

12
Kirim Komentar