05 Des 2018 08:45
Kapolda Sulut Petakan Wilayah Rawan

Pemilu Berpotensi Diserang Ancaman Siber

MyPassion

MANADO—Pesta demokrasi di Sulawesi Utara (Sulut) 2019 berpotensi diserang ancaman siber. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sudah mewanti-wanti akan munculnya ancaman serius tersebut, dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang.

 

Bagaimana kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Polda Sulut, untuk menangkal ancaman tersebut? Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh menegaskan, KPU akan memperkuat sistem informasi teknologi (IT) milik KPU.

“Nanti perhitungan suara juga akan dilakukan secara manual. Sehingga para hacker akan sulit menyerang,” ungkap Mewoh saat dikonfirmasi Selasa (4/12) kemarin oleh Manado Post. “Juga untuk pengumuman hasil pemilu, akan kami lakukan secepatnya, ini untuk mencegah adanya serangan hacker tersebut,” bebernya.

Sementara itu, diungkapkan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, pihaknya bakal membantu KPU jika benar-benar terjadi serangan hacker ke situs mereka. “Jika ada laporan akan kita tindaklanjuti,” tandas Tompo saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Tim Asistensi Mabes Polri dipimpin Brigjen Pol Daniel Pasaribu, Selasa (4/12) kemarin bertandang ke Polda Sulut. Menurut Pasaribu, kunjungan ke Nyiur Melambai untuk meninjau kesiapan satuan kewilayahan dalam menghadapi Pilpres dan Pileg 2019. “Kita juga ingin menyamakan persepsi tentang upaya Polri dalam menghadapi berbagai potensi permasalahan, sehingga diharapkan seluruh tahapan Pilpres dan Pileg dapat berjalan dengan aman, lancar, tertib dan demokratis,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito menambahkan, pelaksanaan pemilihan anggota legislatif serta pemilihan presiden dan wakil presiden serentak tahun 2019, memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi. “Pada kondisi ini, tensi persaingan para pasangan calon untuk mendapatkan simpati masyarakat tentu akan semakin meningkat,” sebut Waskito.

Namun ia mencontohkan pada Pilkada tahun 2018 di Sulawesi Utara, secara umum berlangsung tertib, aman dan kondusif. “Persaingan antar calon untuk mendapatkan simpati dan suara berlangsung secara wajar. Meski demikian, riak persaingan para calon cukup menghangat,” bebernya.

Berkat kesiap-siagaan dan manajemen pengamanan Polda pada saat itu, berbagai potensi ancaman Pilkada 2018 dapat diminimalisir dan diatasi. “Pengalaman baik atas suksesnya pelaksanaan Pilkada tahun 2018 tersebut, tentunya tidak lepas dari monitoring dan asistensi yang dilakukan oleh Mabes Polri,” kata kapolda.

123
Kirim Komentar