04 Des 2018 09:38

PBNU Minta Dubes Arab Saudi Dicopot

MyPassion
Said Aqil Siradj

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta agar duta besar Kerajaan Saudi Arabia Osama Bin Abdullah Al Shuaibi dipulangkan ke negara asalnya dan diberhentikan dari tugas diplomatik di Indonesia.

Gara-garanya, Osama bercuit di akun twitter nya pada Minggu (12/3). Dia mengunggah foto reuni alumni 212 di monas.  Bunyinya kira-kira : “Jutaan berkumpul demi persatuan umat islam sebagai respon atas aksi pembakaran bendera tauhid oleh salah satu organisasi sesat dan menyimpang sebulan lalu,” tulisa Osama.

Tidak detail apa yang dimaksud dengan “organisasi sesat dan menyimpang” (Jama’ah al munharifah) tersebut. Namun, menurut PBNU yang dimaksud adalah NU. “Ya kami tahu maksudnya Anshor,” kata Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj kemarin (12/3).

Menurut Said, ucapan Osama sudah melenceng jauh dari tugas kediplomatikan. Osama telah melakukan pelanggaran dengan mencampuri urusan politik negara lain. “Kami merasa dihina, Osama seperti tidak mengerti etika diplomasi,” katanya.

Ada dua hal yang diprotes oleh PBNU. Pertama, Osama telah mengungkit dan menghidupkan kembali problem bendera Tauhid yang sudah diselesaikan sebelumnya. PBNU sudah menyayangkan insiden tersebut, pelakunya pun sudah disanksi dan di vonis. Mediasi telah dilakukan dengan berbagai pihak juga.

Yang kedua adalah terang-terangan menyebut organisasi kepemudaan NU sebagai organisasi sesat dan menyimpang. Said mengatakan hal ini bisa merusak hubungan RI dan Saudi Arabia yang sudah memanas gara-gara kasus hukuman  mati, dan kekerasan terhadap pekerja migran (TKI) indonesia.

Untuk itulah, Said meminta agar Osama segera dipulangkan ke negaranya dan diganti dengan dubes yang baru. Said juga mengaku sudah menelpon menteri luar negeri Retno Marsudi. “Beliau (Retno,Red) setuju dengan sikap kami,” jelasnya.

Kemenlu langsung memanggil Osama kemarin. Namun, yang dicari tidak ada di tempat. Jubir Kemlu Arrmanatha Nasir mengungkapkan bahwa Kemlu sudah menjalin komunikasi pada Minggu (12/2) setelah mengetahui tweet tersebut.

Hari ini, Wakil Dubes / Kuasa Usaha Sementara Saudi di Jakarta secara resmi dipanggil ke Kemlu. Kemlu menyampaikan beberapa hal diantaranya menyesalkan pernyataan dalam sosmed Dubes Saudi.

Nasir mengatakan bahwa Kemlu menyampaikan secara resmi bahwa susbtansi pernyataan sosmed Dubes Saudi  tidak tepat. ”Secara etika penyampaian pernyataan seperti yang ada dalam sosmed Dubes Saudi tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik,” katanya.

Arrmanatha tidak menyebut apakah Kemlu akan benar-benar memulangkan Osama.(tau)

Kirim Komentar