28 Nov 2018 14:34
Aktivis Desak Pemerintah Buat UU Hentikan Penggunaan Plastik

Sampah Indonesia Berakhir di Pantai Inggris

MyPassion
Pembersih pantai menemukan sampah dari Indonesia, Spanyol, Kanada, Argentina, Prancis, Tiongkok, Korea Selatan, AS, Yunani, Tunisia, Turki, Singapura, Nigeria, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Jerman, Denmark dan Belanda.(Daily Mail)

MANADOPOSTONLINE.COM---Dampak dari tidak bijaknya manusia dalam pemakaian plastik menghasilkan sampah yang dibuang di lautan. Naasnya, sampah itu mengalir mengikuti arah angin menjadikan plastik dari sejumlah negara berakhir di pantai Inggris. Dilansir dari DailyMail pada Minggu (25/11), sampah itu berkumpul di Pulau Channel Guernsey, Inggris.

Pembersih pantai telah menemukan sampah dari Indonesia, Spanyol, Kanada, Argentina, Prancis, Tiongkok, Korea Selatan, AS, Yunani, Tunisia, Turki, Singapura, Nigeria, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Jerman, Denmark dan Belanda. Hal itu menjadi bukti nyata kalau pantai menjadi tempat pembuangan sampah dunia. Bagaimana para pembersih pantai bisa menyimpulkan hal itu?

Rupanya sampah termasuk botol bekas memuat brand dan keterangan buatan dari negara mana. Sejumlah sampah yang dibuang di lautan antara lain tumpukan plastik, karet, jaring, polistiren, peralatan, tabung, dan karung.

Fotografer Richard Lord telah menjadi bagian dari kelompok pembersih pantai selama 10 tahun dan mengunggah foto-foto sampah yang sudah dicuci di media sosial. Relawan pembersih pantai dan pekerja perusahaan Investasi Janet Unitt, juga mengunggah foto-foto sampah itu di media sosial. “Saya ingat pertama kali saya menemukan sebuah barang dari Timur Jauh. Itu adalah botol kosong jus jeruk. Saya kagum barang itu datang sejauh ini,” ujar perempuan 40 tahun itu.

Kemudian Janet mulai membersihkan tanjung yang berbatu. Ia mulai menemukan barang-barang dari Eropa dan Timur Jauh yang secara menyedihkan selalu berdatangan.

Aktivis Friends of The Earth Julian Kirby mengatakan, komunitas pesisir di seluruh dunia harus berurusan dengan gelombang harian polusi plastik. “Pemerintah perlu memperkenalkan undang-undang yang akhirnya akan menghentikan penggunaan plastik yang tidak perlu,” tukasnya.(tan)

Kirim Komentar