16 Nov 2018 11:19

PDI Perjuangan Tetap Jawara, Mega: Meski Tak Punya Media

MyPassion
TEGAS: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat membawakan arahan di pembekalan caleg, kemarin. (dok PDIP)

JAKARTA—Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merasa bangga karena partainya bisa menjadi jawara di Pemilu 2014 dan hingga kini masih merajai elektabilitas. Presiden Kelima RI itu meyakini elektabilitas partainya yang terus teratas bukan karena memesan survei.

 

“Bukan saya sombong, survei mana saja, sampai hari ini meski naik turun, PDI Perjuangan tetap nomor satu. Itu kenyataan lho, bukan saya yang buat. Saya enggak punya lembaga survei. Saya enggak punya media," kata Megawati di saat membuka sekolah bagi calon anggota legislatif partainya di di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/11), seperti dilansir dari jpnn.com.

Presiden Kelima RI itu lantas bercerita ketika ditawari memiliki media. Namun, Megawati menolak tawaran itu. "Karena menurut saya, ketika kami punya media, maka akan menggampangkan sentuhan rasa kita," ucapnya.

Dia merasa yakin jika kader-kader PDIP terus berpegang pada ideologi maka partai berlambang kepala banteng itu akan tetap unggul. Terlebih, yang paling utama adalah terus menyentuh wong cilik.

"Karena saya yakin, seyakin-yakinnya, hakulyakin pada diri saya, kalau saya punya ideologi, saya tahu apa yang saya kerjakan, bahwa paling utama adalah menyentuh rakyat itu," pungkasnya.

Di samping itu, Megawati mengingatkan kadernya terutama yang ahli di bidang siber untuk mawas diri. Presiden Kelima RI itu mengatakan, keahlian di bidang siber bisa menyeret pribadi seseorang ke arah yang buruk di media sosial (medsos).

"Jangan sekali-kali kalau sudah pintar siber lalu mulai sombong dan pikiran baik dikalahkan dengan pikiran jelek. Kalau kita sekarang melihat permainan di medsos, whatever (apa pun, red) namanya, itu kan penuh dengan kebencian," ujar Megawati.

Megawati mewanti-wanti kader PDIP yang menggunakan medsos untuk mengontrol nafsu dan pikiran agar tidak terjerumus ke dalam perilaku yang penuh kebencian. Menurutnya, ketika pikiran sudah dipengaruhi kebencian maka tak akan mau memberikan tempat untuk kebaikan.(gel)

Kirim Komentar