16 Nov 2018 08:54

Kader PDI-P Tolak Mega Pensiun

MyPassion
Megawati Soekarnoputri

JAKARTA–PDIP belum akan lepas dari sosok Megawati Soekarnoputri. Mega diprediksi akan memimpin lagi partai berlambang banteng itu pada periode berikutnya. Padahal, Mega juga sudah berkali-kali mengisyaratkan ingin pensiun dari struktur partai karena sudah 28 tahun memimpin PDIP sejak masih bernama PDI.

Ketika membuka pembekalan caleg DPR gelombang III di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta kemarin (15/11), Mega kembali menyampaikan isyarat pensiun. Di antara sesama ketua umum parpol di Indonesia, dia paling senior. “Sudah sekian lama belum diganti-ganti. Padahal, saya sudah berharap untuk diganti,” ujarnya.

Alasan utamanya adalah usia yang tidak lagi muda. Pada 23 Januari 2019 Mega berusia 72 tahun. Apalagi, dia saat ini menjadi ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bentukan Presiden Joko Widodo. Belum lagi posisi dia di sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Meski demikian, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menepis kemungkinan itu. “Meskipun beliau (Mega) berulang kali menyampaikan hal itu, arus bawah selalu menempatkan beliau sebagai pimpinan,” ungkapnya seusai pembukaan. Apalagi, saat ini Mega memiliki tugas berat mengawal Jokowi dalam memimpin Indonesia.

Dia memastikan, kepemimpinan Mega saat ini membuat organisasi PDIP begitu kukuh dan membuka ruang kaderisasi yang besar. “Silakan dicek, kami berani mengklaim bahwa PDIP adalah partai yang punya paling banyak kepala daerah muda,” ujarnya. Juga anggota legislatif muda dan perempuan terbanyak.

Mega, kata Hasto, sangat taat pada aturan organisasi. Ketika kongres bulat menghendaki Mega memimpin, dia tidak bisa berkata tidak. Yang utama saat ini adalah bagaimana PDIP bisa mengawal Jokowi memimpin Indonesia. “Dalam pandangan kami, beliau masih akan mendapatkan dukungan yang sangat kuat dari bawah,” tambahnya.

Di bagian lain, kemarin Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) Jawa Barat mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Deklarasi akan digelar di 10 provinsi. Para ulama dan kiai kultural bakal dilibatkan dalam pemenangan.

Deklarasi JKSN Jabar untuk Jokowi-Ma’ruf digelar di GOR C-tra Arena, Kota Bandung. Ribuan orang memadati gedung olahraga itu. Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain, inisiator dan dewan penasihat JKSN Pusat Khofifah Indar Parawansa, dewan penasihat JKSN Pusat Asep Saifuddin Chalim, serta Ketua JKSN Pusat M. Roziqi.

Khofifah mengungkapkan, setelah deklarasi, pihaknya akan berfokus melakukan konsolidasi dengan kiai kultural. “Mereka memiliki komunitas yang sangat signifikan,” terangnya saat ditemui seusai deklarasi. Mayoritas kiai kultural adalah tokoh-tokoh muda. Mereka sangat intens bertemu dengan masyarakat. Dalam sehari, mereka bisa mendatangi lima undangan majelis taklim.

Kiai kultural mempunyai pengaruh besar dalam pemilihan. Dia sepakat dengan hasil survei yang dirilis LSI Denny J.A. bahwa ulama merupakan tokoh yang paling didengar pemilih. Banyak warga yang mendengar dan terpengaruh apa yang disampaikan tokoh agama. (JPG/can)

Kirim Komentar