16 Nov 2018 12:52
Tinungki: Tidak Ada Izin

Galian C Sumalangka Ilegal

MyPassion
Bach A Tinungki

MANADOPOSTONLINE.COM — Aktivitas penambangan galian C di Kelurahan Sumalangka, Kecamatan Tondano Utara, yang sebelumnya mengakibatkan Christian Mentu (11) bocah kelas 5 SD warga setempat meninggal dunia akibat tertimbun bebatuan, ternyata berstatus ilegal. Aktivitas penambangan itu juga mulai meresahkan warga.

Menurut salah satu warga di Keluarahan Sumalangka, tanah di lokasi tersebut sudah dikapling-kapling oleh warga. Namun, mereka masih tetap mengangkut material yang ada di situ. Bahkan, menurutnya, galian C di situ tidak punya izin. “Kami juga punya kapleng di situ. Karena aktivitas penggalian terus dilakukan, maka tanah kami sudah berlubang - lubang. Ini kan memiriskan,” ungkap salah satu warga yang tidak menyebutkan namanya, Kamis (15/11).

Terpisah, Kepala Bidang Penataan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa Jefry Karlos menuturkan, meski saat ini pengurusan izin pertambangan sudah menjadi kewenangan provinsi, namun menurutnya, apabila ada proses pengurusan izin, DLH akan dikomunikasikan oleh dinas terkait. “Kalau urus izin paling kami diundang di kantor perizinan. Dan, kami mengeluarkan rekomendasi. Misalnya ada rapat, nah ini karena hanya galian C jadi cuman dokumen-dokumen yang diperlukan. Kami yang mestinya siapkan itu,” tukasnya.

Lanjutnya, setelah semua dokumen-dokumen izin disiapkan, baru diurus di provinsi. “Kalau pertambangan saat ini sudah di provinsi. Jadi, kami (DLH, red) semacam rekomendasi. Selama ini kami belum diundang menegenai galian C di situ, jadi setahu saya belum ada izin,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut Bach A Tinungki menyatakan, kalau galian C di Sumalangka tidak ada izin. Namun, menurutnya akan dikroscek kebenarannya. “Nanti saya lihat data. Saya yakin kalau di sana belum ada izin,” sebut Tinungki.

Dia pun mengatakan, tidak akan ada izin keluar kalau di atas lahan tersebut masih menjadi miliki orang lain. “Yang punya lokasi tambang harus bebaskan lahan dulu baru keluar izin, dia musti membeli tanah di situ baru keluar izin. Kalau tidak dibebaskan lahan, dan sudah ada izin lalu dipersoalkan oleh pemilik lahan kan jadi masalah,” jelasnya.

Jadi tidak mungkin izin keluar kalau belum jelas kepemilikan lahan. “Kalau tidak ada izin itu tambang liar. Nah itu, nanti saya akan tugaskan kepala cabang di sana untuk pergi mengawasi,” tuturnya.

Lanjutnya diungkapkannya, tahun ini akan ada cabang dinas ESDM di empat daerah. Wilayah satu Tomohon, Minahasa, Minsel dan Mitra, wilayah dua, Minut, Manado, Bitung, wilayah tiga Bolmong Raya, wilayah empat Nusa Utara. “Saya memberi tugas utama untuk menginventarisir semua lokasi-lokasi tambang yang liar itu, dilaporkan supaya dianjurkan untuk mengurus izin khusus galian C. Saat ini kami sementara didaftar semua lokasi yang tidak ada izin,” tukasnya sembari menambahkan berdasarkan data galian C yang sudah memiliki izin di Minahasa ada 106 titik. (tr-03/tan)

Kirim Komentar