16 Nov 2018 15:21

Empat Menteri Tinggalkan May

MyPassion
Grafis

MANADOPOSTONLINE.COM—Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mengaku berhasil meyakinkan kabinetnya soal kesepakatan British Exit (Brexit) yang sudah direstui Uni Eropa (UE). Tapi, empat menteri lantas mengundurkan diri dari jabatan mereka kemarin (15/11). Kini tugas May untuk meyakinkan parlemen soal kesepakatan Brexit makin berat.

Menteri Brexit Dominic Raab hengkang dari kabinet. ’’Saya tidak bisa menyelaraskan kesepakatan tersebut dengan janji pemerintah kepada rakyat,’’ ungkapnya sebagaimana dilansir Reuters. Menurut dia, kesepakatan yang tercapai di Brussel, Belgia, itu justru membuat posisi Inggris di mata UE kian lemah.

Raab bukan satu-satunya menteri yang mundur gara-gara kesepakatan 500 halaman tersebut. Kemarin tiga menteri yang lain mengekornya. Mereka adalah Menteri Kesejahteraan Rakyat Esther McVey, Wakil Menteri Brexit Suella Braverman, dan Wakil Menteri Urusan Irlandia Utara Shailesh Vara.

Bukan hanya menteri, dua pejabat tinggi pun ikut-ikutan angkat kaki dari pemerintahan May. Yakni, Sekretaris Parlemen untuk Kementerian Hukum Ranil Jayawardena dan Sekretaris Parlemen untuk Kementerian Pendidikan Anne-Marie Tervelyan.

Kehilangan empat menteri dan dua pejabat tinggi tidak membuat May goyah. Di hadapan majelis rendah, dia tetap menyebut kesepakatan Brexit sebagai yang terbaik. ’’Pilihannya jelas. Berpisah tanpa kesepakatan sama sekali atau merumuskan kesepakatan terbaik,’’ tegas May.

May menargetkan transisi Brexit berjalan mulai tahun depan. Karena itu, dia langsung mengganti posisi Raab kemarin. Politikus 44 tahun itu digantikan Michael Gove. Saat ini Gove menjabat menteri lingkungan hidup.

Langkah May itu menuai cibiran oposisi. Partai Buruh menganggap perempuan 62 tahun tersebut tidak layak lagi menjadi pemimpin. Mereka menganggap segala rancangan May soal Brexit gagal. ’’Kekuatan May sudah menghilang. Dia tidak mampu menghasilkan kesepakatan Brexit yang menguntungkan pemerintah,’’ ujar Jon Trickett, politikus senior Buruh.

Sejumlah politikus yang duduk di majelis rendah pun mulai mewacanakan mosi tidak percaya. The Guardian menyatakan bahwa Jacob Rees Mogg, legislator konservatif pro-UE, sudah melayangkan permohonan pemakzulan kepada Komite 1922. Selanjutnya, komite tertinggi itu meneruskan proses tersebut ke Badan Pengawas Parlemen alias Chief Whip.(jpg)

Kirim Komentar