15 Nov 2018 15:49

Tunggu Pendataan, Santunan Korban Bencana Sulteng Belum Tersalur

MyPassion
Margo Wiyono

MANADOPOSTONLINE.COM—Bencana gempa dan Tsunami di Palu dan sekitarnya sudah berlangsung sebulan lebih. Tetapi sampai sampai saat ini Kementerian Sosial (Kemensos) belum bisa memberikan santunan uang tunai kepada ahli waris korban meninggal.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Margo Wiyono menjelaskan, uang santunan korban meninggal akibat bencana alam adalah Rp 15 juta/jiwa. Uang tersebut hingga kini belum bisa dibagikan. Alasannya Kemensos masih menunggu pendataan, validasi, dan keputusan siapa ahli warisnya.

Jika ada korban yang sekeluarga meninggal, perlu ada kepastian siapa yang menjadi ahli warisnya. ’’Keputusan siapa ahli warisnya bisa melalui pengadilan,’’ katanya, kemarin (14/11). Margo menegaskan bahwa pendataan terkait korban meninggal dunia merupakan domain dari pemerintah daerah setempat.

Dia mengakui, diantara korban meninggal tersebut, ada yang sudah teridentifikasi termasuk ahli warisnya. Namun Kemensos memilih menunda hingga seluruh korban berhasil ditetapkan ahli warisnya. Tujuannya adalah untuk menghindari adanya kecemburuan.

Misalnya ada yang beranggapan sama-sama menjadi korban bencana, tetapi kenapa ada perlakuan yang berbeda. Sehingga untuk kebaikan bersama, Kemensos menunggu hingga urusan penetapan ahli waris selesai seluruhnya. Margo lantas mengatakan kasus di Sulteng ini berbeda dengan di Lombok. Dimana untuk kasus bencana di Lombok lebih cepat ditetapkan ahli warisnya. Sehingga uang santunannya segera bisa disalurkan.

Data terakhir dari BNPB menyebutkan bahwa total korban meninggal akibat bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai 2.256 orang. Data ini dilansir BNPB pada 12 Oktober atau sehari setelah proses pencairan korban dihentikan. Perinciannya adalah 1.703 korban meninggal di kota Palu, 171 orang di Donggala, 366 orang di Sigi, 15 orang di Parigi Moutong, dan satu orang lagi di Pasangkayu, Sulawesi Barat.(jpg/tan)

Kirim Komentar