15 Nov 2018 15:34
Trump Ngambek

Prancis Serukan Kekaisaran Eropa

MyPassion
Bruno Le Maire

MANADOPOSTONLINE.COM—Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mencetuskan pembentukan kekaisaran besar di Eropa. Menurut dia, jika disatukan, Eropa Barat bisa melawan negara adidaya seperti AS atau Tiongkok. "Jangan salah dulu, maksud saya itu menciptakan kekaisaran yang damai," tegas Le Maire.

Dia mengatakan, kekuatan di masa depan bukan hanya soal senjata atau militer. Kekuatan itu, menurut dia, bisa hadir dalam bentuk teknologi, ekonomi, dan budaya. Usul Le Maire itu seakan menegaskan kembali wacana Presiden Emanuel Macron untuk membentuk kekuatan tandingan AS di Eropa.

Sejak sekitar satu bulan terakhir, pemimpin 40 tahun itu terus mendesak Uni Eropa (UE) untuk memperkuat aspek pertahanannya. Salah satu caranya adalah membentuk tentara khusus yang melindungi Eropa dari kekuatan asing. Ide Macron itu menuai apresiasi positif dari para pemimpin Eropa yang lain. Termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel.

Sementara itu, wacana kekaisaran Eropa yang dilontarkan Prancis disambut hangat negara-negara lain di Benua Biru. Tapi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru tersinggung. "Pernyataan yang sangat menghina. Bayar dulu iuran NATO dengan adil," keluh Trump.

Sejauh ini, AS masih tercatat sebagai penyumbang dana terbesar NATO. Merasa rugi, Trump pun kemudian mengimbau negara-negara yang lain untuk menambah jumlah iuran. Apalagi, menurut suami Melania itu, NATO jauh lebih menguntungkan negara-negara Eropa ketimbang AS.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emanuel Macron mendesak Uni Eropa untuk mendesak aspek pertahaan. Salah satu caranya adalah membentuk tentara khusus yang melindungi eropa dari kekuatan asing. Jika gagasan ini terealisasi, Eropa Barat tentu tak membutuhkan NATO lagi.

Minggu lalu Macron menyentil Trump lewat pidatonya di Arc de Triomphe. Dia menyindir prinsip America First presiden ke-45 AS tersebut. Menurut Macron, nasionalisme tidak sama dengan patriotisme. Apalagi, nasionalisme yang dianut Trump itu cenderung sempit. "Jika seseorang mengutamakan kepentingan pribadi dan masa bodoh dengan orang lain, itu berarti masyarakat kita sedang meninggalkan nilai moral penting bangsa ini," ungkap Macron.

Kata-kata Macron itu membuat Trump ngambek. Apalagi, di negara itu, ayah Ivanka tersebut dikucilkan dan didemo oleh perempuan telanjang. Dia sampai memilih absen dalam lawatan ke taman makam tentara-tentara AS di Belleau. Dia juga absen dari Forum Perdamaian yang diadakan setelah peringatan gencatan senjata Perang Dunia I. Alasannya hujan.(tan)

Kirim Komentar