15 Nov 2018 15:41

Kapolri: 1 Juli Bukan Hari Lahir Polri

MyPassion
Tito Karnavian

MANADOPOSTONLINE.COM—Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan fakta menarik terkait kelahiran Polri. Selama ini 1 Juli diperingati sebagai hari Bhayangkara, dimana Polri dibentuk. Namun, ternyata 1 Juli dinilai bukan sebagai tanggal terbentuknya Korps Bhayangkara. Justru, 21 Agustus 1945 yang dinilai sebagai momeentum terpenting Polri.

Tito menuturkan bahwa 1 Juli 1946 bukan merupakan hari lahir Polri, namun hari dimana Polri dipisahkan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Polri sudah lahir lebih lama dari itu pada 21 Agustus 1945. ”Empat hari pasca kemerdekaan,” tuturnya.

Saat itu ada peristiwa dimana seorang pimpinan Brigadir Mobil (Brimob) di Surabaya, memproklamirkan bergabung dengan Republik Indonesia yang dideklarasikan Soekarno-Hatta. ”Pasukan ini satu-satunya yang memiliki kemampuan terlatih dan persenjataan lengkap karena merupakan pasukan zaman Jepang,” terangnya dalam acara HUT Brimob ke 73.

Lalu, Brimob terlibat dalam berbagai operasi, seperti Peristiwa 10 November, mempertahankan NKRI dalam pemberontakan Permesta dan DI/TII, terlibat Operasi Trikora mengembalikan Papua ke Ibu Pertiwi. ”Brimob memiliki kemampuan menangan kasus dengan tingkat kekerasan tinggi,” tegasnya.

Salah satunya, dalam menangani kasus terorisme. Menurutnya, selama ini masyarakat melihat yang berseragam hitam-hitam saat ada penangkapan teroris itu dianggap Densus 88 Anti Teror. Padahal, bukan itu adalah Brimob. ”Densus 88 itu satuan intelijen, Penindakan Brimob,” ujarnya.

Yang terbaru, saat terjadi bencana alam gempa Palu, Brimob menunjukkan peran pentingnya. Dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Brimob masuk ke Palu. ”Melewati melalui darat, udara dan lautan. 2000 Brimob berada di Palu membantu,” ungkapnya.

Saat kecelakaan Lion Air JT 610, Brimob juga turut membantu proses pencarian. ”Kesigapan, kecepatan dan kemampuan Brimob inilah yang membuatnya menjadi satuan andalan pimpinan Polri,” terangnya.

Namun begitu, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Kedepan ada pemilu presiden (Pilpres). Yang paling dekat, perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. ”Karena itu kita harus bersiap,” ujarnya.

Yang juga perlu diingat, setelah dipisahkan dari ABRI, polisi diarahkan untuk menjadi polisi bernuansa sipil. Yang harus mendekatkan diri ke masyarakat. Namun, tetap bisa menjaga postur paramiliter. ”Elemen militer harus dipertahankan, tapi lebih dekat ke masyarakat,” tuturnya.

Dia juga memastikan bahwa ruang fiskal untuk memodernisasi Brimob saat ini lebih luas. ”Saya sudah berikan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi menjadi pasukan yang menyelesaikan permasakan dalam tugas polisi,” ujarnya.(jpg)

Kirim Komentar