13 Nov 2018 09:44

Ritel Woloan Sumbang 110 Miliar

MyPassion
Rumah Panggung Woloan. Pengrajin meminta pembentukan asosiasi pekerja, untuk barometer penentuan harga jual komoditas asli kota bunga ini. (Julius Laatung/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM — Kerajinan khas Tomohon terus memberikan kontribusi positif bagi penerimaan kas daerah. Salah satunya, ekspor komoditas Rumah Panggung Woloan. Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ruddie Lengkong SSTP, hingga tengah tahun 2018, nilai ekspor khusus dari hasil Rumah Panggung Woloan mencapai Rp 110 miliar.

Angka ini kata dia, relatif naik tipis tiap tahunnya. Memaksimalkan potensi tersebut, pihaknya bakal berkoordinasi dengan pengelola Pelabuhan Laut Bitung, yang nantinya diproyeksikan sebagai pintu keluar-masuk ekspor komoditas se-Sulut.

"Karena semua pendataan nilai ekspor dari Sulut, terdata di Pelabuhan Laut Surabaya. Dari sana kita mendapat nilai hasil ekspornya. Paling banyak juga saat iven pameran tahunan hasil kerajinan tangan, Trade Expo Indonesia," jelas dia.

Di lain tempat, Novri Kapoh pengrajin Rumah Panggung Woloan mengatakan, pembentukan asosiasi pekerja perlu dilakukan. Guna menjadi barometer penentuan harga jual komoditas asli kota bunga ini.

"Memang soal iklim usaha rumah panggung ini, sangat menjanjikan. Banyak negara peminat, mulai dari Asia hingga Eropa. Tapi, lebih baik lagi kalau ada asosiasi yang mewadahi. Agar, ada keseragaman harga," tuturnya.

Karena itu dirinya berharap, selain dukungan pemerintah, seluruh pengrajin Rumah Panggung Woloan wajib menerapkan nilai jual yang sama. “Sehingga kelangsungan usaha turun-temurun ini bisa bertahan serta memberikan sumbangan positif bagi penerimaan daerah,” tutupnya. (jul/tan)

Kirim Komentar