13 Nov 2018 13:20

Harga Kopra Terjun Bebas , Ini Saran Pemerintah

MyPassion
Ilustrasi Kopra

MANADO—Anjloknya harga kopra terus dikeluhkan petani di Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya, harga kopra terjun gila-gilaan dari Rp 12 ribu menjadi Rp 4 ribuan.

Alldy Winowod, salah satu petani kopra di Minahasa Selatan (Minsel) mengatakan, dengan terjun bebas harga kopra akan sangat mempengaruhi kesejahteran petani.

"Biasanya kita dalam satu karung atau 100 kilogram mendapatkan Rp 1,2 juta. Sekarang hanya Rp 480 ribu. Ini sangat turun drastis. Dan harga ini dari tahun lalu, sudah turun sampai sekarang,” ujarnya, kemarin.

Terpisah Kelapa Dinas Perkebunan Daerah Sulut Refly Ngantung mengatakan, anjloknya harga kopra karena menyesuaikan dengan mekanisme harga pasar dunia. Menurutnya, stok minyak nabati yang ada di Rotterdam sedang dalam jumlah banyak. Sedangkan permintaan minyak nabati tersebut kurang.

"Jadi minyak nabati ini kan bukan hanya berasal dari kopra. Tapi ada dari bunga matahari, jagung, kedelai dan berbagai macam tumbuhan. Dan pusat penampungan akhir semua olahan minyak nabati ada di Rotterdam. Sekarang itu, jumlah stok mereka sangat banyak. Sedangkan permintaan kurang," terangnya.

Refly membeberkan, di Sulut sebenarnya ada pusat pembelian kopra. Malahan terbesar di wilayah Indonesia Timur yaitu Kargil, di Minsel. Namun, lanjutnya, Kargil hanya mengolah kopra dengan klasifikasi setengah matang. Selanjutnya dikirim ke Filipina dan berakhir di Rotterdam. Karena itu, semua permintaan tergantung Rotterdam.

"Ya kemungkinan harga kopra ini akan kembali naik ketika sudah musim dingin. Itu permintaan minyak nabati akan sangat banyak. Otomatis stock yang dibutuhkan harus juga banyak. Karena itu sekarang, saya meminta agar petani kopra memproduksi minyak kelapa asli. Harga jual juga lebih tinggi. Dan tentunya akan sangat meningkatkan pendapatan petani," ucapnya.

12
Kirim Komentar