10 Nov 2018 08:59
Sekkot: Ini Harus Berkelanjutan

Kotoran dan Sampah Jadi Listrik

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM — Kotoran hewan dan sampah di Manado bisa menjadi sumber energi listrik. Hal ini terungkap dalam penyerahan fasilitas demo pembangkit listrik tenaga biomassa dari  Feng Chia University dan APEC ACABT Taiwan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, kemarin (9/11).

Hibah tersebut diserahkan Sekretaris APEC ACABT Prof Chen Yeon Chu dan diterima Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut yang diwakili Sekkot Manado Micler Lakat, di UPT Rumah Potong Hewan (TPH), Kelurahan Bailang.

Sekkot mengatakan, pembangkit listrik tenaga biomassa merupakan sumber energi baru terbarukan yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap minyak dan batu bara.

“Saya berharap pemanfaatan tenaga listrik biomassa menjadi salah satu titik pijak dalam pembangunan di Manado sebagai kota cerdas,” katanya.  

Menurut dia, kerjasama ini harus berkelanjutan. Dia juga meminta, harus disusun standar operasional untuk pengoprasian pembangkit listrik tenaga biomassa dan penganggarannya.

“Pengoperasian ini dapat terus dievaluasi dan dikaji demi pengembangan serta pemanfaatan yang besar. Sebab ini merupakan sumber energi yang ramah lingkungan karena dari kotoran hewan dan sampah,” ujarnya.

Kepala Bapelitbang Manado Liny Tambajong mengatakan, pembangkit listrik tenaga biomassa harganya sekitar Rp 500 juta yang dihibahkan Feng Chia University dan APEC ACABT Taiwan.

“Mesin ini bisa menghasilkan gas dan energi lisrik dari kotoran hewan seperti sapi, babi dan kotoran manusia. Juga dari sampah kulit pisang yang masak, daun pisang dan sabuk kelapa,” ujarnya.

Menurut dia, karena ini baru demo, energi yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga biomassa baru 5 kilowatt. “Jadi hanya mampu mengaliri listrik di bangunan yang ada di rumah potong hewan (RPH) dan tempat ibadah di sekitar RPH. Nanti ke depan, jika ini sudah berjalan dengan baik kami akan bekerjasama dengan PLN. Sebab untuk mengelola energi harus bekerjasama dengan PLN,” katanya.

Dia juga menambahkan, untuk mendukung pengoprasian ini pemerintah akan menata anggaran fasilitas kebun bibit, pengelolaan pupuk kompos dan pembanguna selter untuk pendidikan dan perbengkelan.

Dari pantauan, untuk menghasilkan energi sampah daun pisang, kulit pisang serta sabuk kelapa dihancurkan di mesin penggiling. Setelah hancur dimasukkan dalam satu wadah dan dicampuran dengan kotoran sapi serta air. Dari campuran tersebut, akan menghasilkan gas kemudian menjadi sumber listrik. Sementara edapan dari kotoran hewan sampah dikeluarkan dan menjadi pupuk kompos. (ite/can)

Kirim Komentar