08 Nov 2018 14:49

Tatib Bisa Berhentikan Aleg

MyPassion
Tatib DPRD Boltim resmi ditetapkan dalam sidang paripurna, Rabu (7/11) kemarin. (Ayurahmi Rais/MP)

BOLTIM — Setelah melewati beberapa tahapan pembahasan, Rabu (7/11) kemarin, DPRD Boltim telah menetapkan tata tertib (tatib) dalam sidang paripurna. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Boltim Marsaoleh Mamonto.

Dia pun memastikan, pihaknya terus berkomitmen untuk menjadikan tatib menjadi salah satu pedoman dalam melakukan setiap pekerjaan dan kewenangan. "Namanya Tatib harus dijalankan. Karena itu dibahas bersama dan disepakati oleh anggota DPRD," katanya.

Bacaleg PAN tersebut pun menyebutkan, ada beberapa kearifan lokal dan aturan yang terdapat dalam tatib tersebut. Seperti penggunaan pakaian daerah saat paripurna istimewa, jam kerja dan juga kehadiran para anggota legislatif (aleg).

Bahkan menurutnya,  akan ada sanksi tegas yang akan diberikan kepada setiap aleg yang tidak memenuhi target 40 persen kehadiran dalam satu kali masa sidang. "Jika satu kali masa sidang tidak pernah hadir, maka akan diberikan sanksi dan bisa diberhentikan. Jadi semua aleg harus datang kantor dan wajib mengikuti setiap rapat atau sidang yang akan dilakukan. Jika tidak maka ada sanksi," tegasnya.

Mamonto juga menekankan, jika  dalam tatib tersebut juga memuat aturan terkait pemilihan kepala daerah. "Memang dalam tatib diatur DPRD bisa menjadi panitia dan memilih bupati. Tapi belum ada keputusan yang pasti semuanya tergantung aturan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Boltim Sofyan Alhapsy berharap, dengan adanya tatib tersebut semua aleg bisa rajin ke kantor. "Anggota DPRD harus hadir di kantor. Agar bisa berinteraksi dengan konstituen. Sanksi akan diberikan bukan hanya absen saat rapat tapi pada kehadiranya tiap hari," tukasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar